Kabar Gresik
Ada Hajatan, Perempuan ini Masuk dan Sok Akrab, Ternyata Menyelinap dan Curi Perhiasan Rp 75 Juta
Astutik Nanik (48), warga Kebomas, Gresik, tidak kenal siapapun dengan orang-orang di rumah orang hajatan itu. Tapi dia bisa percaya diri sok akrab.
Astutik Nanik (48), warga Kebomas, Gresik, tidak kenal siapapun dengan orang-orang di rumah orang hajatan itu. Tapi dia bisa percaya diri sok akrab. Ujung-ujungnya mencuri perhiasan senilai Rp 75 juta.
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Berpura-pura membantu memasak disebuah hajatan pernikahan, perempuan asal Gresik ini nekat menggasak sejumlah uang tunai dan perhiasan milik sang tuan rumah senilai sekitar Rp 75 juta.
Pelaku bernama Astutik Nanik (48), warga Kebomas, Gresik.
Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno menuturkan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura membantu taun rumah saat mempersiapkan hidangan makanan untuk acara hajatan.
"Pelaku pura-pura untuk rewang alias membantu, tidak mengenal sama sekali korbannya," katanya, Rabu (21/8/2019).
Pelaku sebenarnya tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban.
Hanya saja saat menjalankan aksinya, pelaku berusaha tampak akrab dan komunikatif pada semua orang yang ada di dapur hajatan, termasuk kepada sang tuan rumah.
"Kebetulan dia itu datang di orang hajatan, sok kenal," ujarnya.
Kendati tak mengenal pelaku, sang tuan rumah ternyata sejak awal tidak menaruh curiga.
Lantaran sang tuan rumah mengira, ungkap Jumeno, pelaku adalah satu di antara kerabat besannya.
"Korban atau tuan rumah itu sempat mikir 'ini orang dari pihak mana ataukah memang dari besannya atau siapa' makanya diam saja si tuan rumah," tuturnya.

Pelaku datang ke dapur hajatan sekitar pukul 07.30 WIB.
Jumeno menambahkan, pelaku sempat turut membantu para ibu-ibu yang ada di dapur untuk memasak sekira 45 menit lamanya.
Namun, setelah memastikan bahwa semua orang yang ada di dapur tampak sibuk dengan urusannya, maka pelaku merangsek ke ruang pribadi si tuan rumah.
"Kemudian dia langsung mengambil, jadi dia memanfaatkan waktu kesempatan saat rewang," jelasnya.
Jumeno mengatakan, pelaku terbilang lihai dalam menjalankan aksinya.
Selama berkutat di dalam kamar tuan rumah, pelaku sama sekali tidak merusak benda apapun, hingga menggasak uang dan perhiasan dalam almari.
"Kalau melihat aksinya memang sangat serius dan sangat canggih," katanya.
Dan aksi yang dilakukan pelaku terbilang gesit.
Lantaran tak butuh waktu lama, pelaku berhasil membawa kabur sejumlah uang dan perhiasan yang dimasukkan di dalam tas yang dibawanya dari rumah.
Jumeno mengungkapkan, aksi nekat pelaku belakangan ketahuan hungga berujung diringkus polisi, setelah tuan rumah menyadari ada perhiasannya yang hilang.
Beruntung di rumah tersebut terdapat CCTV sehingga memudahkan polisi melacak pelaku.
"Ketahuannya dia adalah kebetulan ada kamera CCTV, kemudian kami cocokkan telah mengidentifikasi lalu kami kejar," jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ungkap Jumeno, pelaku ternyata sudah menjalankan aksinya itu sebanyak tiga kali.
"Kalau penuturan si pelaku dia sudah melakukan tiga kali pencurian. Tapi sebelumnya tidak ada laporannya, dilakukan di tiga di tiga lokasi yang berbeda," jelasnya.
Kepada polisi, motif pelaku saat menjalankan aksinya itu, lantaran untuk biaya hidup sehari-hari.
Sesaat tiba di ruang penyidik Unit Reskrim Mapolsek Benowo, pelaku dicecar rentetan pertanyaan yang disertai bukti-bukti rekaman CCTV.
Berkali-kali pelaku bersilat lidah mementahkan semua tuduhan berlandaskan bukti itu.
Setelah sekian lama aksi bersilat lidah, pelaku akhirnya menyerah, lantas mengakui perbuatannya itu.
"Awalnya pelaku tidak mengaku. Setelah kami interogasi dan kami lakukan penyelidikan, semua terkuak akhirnya," pungkasnya.
Berdasarkan catatan Polisi, akibat aksi pencurian yang dilakukan pelaku. Korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 75 Juta. Luhur Pambudi