Kota Batu

DPRD Kota Batu Tidak Intervensi Kasus Batu Wisata Resource (BWR)

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga mengatakan bahwa penyertaan modal tidak diberikan secara asal-asalan.

DPRD Kota Batu Tidak Intervensi Kasus Batu Wisata Resource (BWR)
Benni Indo
Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo. 

SURYAMALANG.COM, BATUKetua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo mengatakan tidak mengetahui adanya tim khusus yang dibentuk Kejari Batu untuk menyelidiki aliran penyertaan modal ke Batu Wisata Resource (BWR), perusahaan daerah milik Pemkot Batu. Namun begitu, menurut Cahyo, jika memang dinilai ada pelanggaran, maka orang-orang yang melanggar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ya tanggungjawab mereka kepada petugas yang berwenang. Kami tidak bisa mencampuri penegakkan hukum,” ungkap Cahyo.

Namun menurut Cahyo, sepanjang administrasi yang dilakukan benar, maka tidak akan ditemukan pelanggaran. Kata Cahyo, pihak yang berhak langsung terhadap keberadaan perusahaan daerah adalah eksekutif, dalam hal ini Pemkot Batu.

“Yang berhak take over adalah eksekutif. Jika secara admintistratif, pemberiannya benar, tidak ada masalah. Kemudian dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. BWR kan bertanggungjawab penuh ke Wali Kota. Jadi tidak ada sangkut pautnya ke DPRD secara langsung,” terangnya.

Namun begitu, DPRD Batu melalui komisi yang membidangi bisa melakukan koordinasi dengan eksekutif. Nantinya, kata Cahyo, komisi yang membidangi akan menggali informasi melalui Sekda Pemkot Batu, Zadim Efisiensi.

“Di Komisi yang membidangi, dengan kejeliannya akan menggunakan fungsi kontrol. Namun kami tidak bisa intervensi langsung, nanti melalui sekda dan dinas terkait. Nanti bersama-sama menggali informasi,” kata Cahyo.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga mengatakan bahwa penyertaan modal tidak diberikan secara asal-asalan. Ada kajian yang rinci sebelum penyertaan modal dicairkan. Namun dalam kasus BWR ini, Dewanti mengaku masih belum mendapatkan laporan.

“Saya belum tahu, belum dapat laporan,” ujarnya.

Dengan perincian yang rinci, diharapkan penyertaan modal bisa berdampak positif bagi masyarakat. Kata Dewanti, tidak sekadar berorientasi pada keuntungan, tapi juga pemberdayaan masyarakat sekitarnya.

“Kami tidak asal-asalan memberikan. Apakah itu sesuai dengan kebutuhan, dan akhirnya bisa membantu masyarakat, dan hasilnya bermanfaat bagi masyarakat. Itu ada mekanismenya, tetap saja semua penggunaan dana, baik di SKPD atau perusahaan daerah harus sesuai perencanaan, dan disetujui dewan dan tim anggaran,” jelasnya.

Kata Dewanti, BWR telah memberikan laporan keuangan pada awal tahun ini. Namun Dewanti tidak menjelaskan secara rinci seperti apa laporan yang diterima dari BWR. Ia hanya menegaskan, bahwa laporan yang telah masuk itu tidak terdapat masalah di dalamnya.

“Kalau itu belum selesai, kita tidak dapat WTP,” paparnya.

Terkait adanya tim khusus yang dibentuk Kejari Batu karena laporan warga, Dewanti menanggapi bahwa setiap laporan warga yang masuk harus direspon dengan baik. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved