Kota Batu

Pesta Stroberi untuk Mengusir Kegalauan Petani Desa Pandanrejo, Kota Batu

Petani stroberi di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengalami kerugian akibat harga jual komoditasnya anjlok

Pesta Stroberi untuk Mengusir Kegalauan Petani Desa Pandanrejo, Kota Batu
Benni Indo
Sejumlah wisatawan saat berkunjung ke wisata petik stroberi di Desa Pandanrejo, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Petani stroberi di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengalami kerugian akibat harga jual komoditasnya anjlok. 

Direktur Bumdes Raharjo Muklas Rofiq menjelaskan, kerugian yang dialami petani hingga mencapai jutaan Rupiah.

Selain harga komoditi yang turun, Raharjo mengatakan kalau petani mengalami kendala pemasaran. Raharjo pun berharap Pemkot Batu dapat mambantu menyelesaikan persoalan ini.

Petani pun mulai memikirkan untuk bertanam selain stroberi. Padahal Pandanrejo merupakan destinasi wisata petik stroberi yang digadang-gadang oleh Pemkot Batu.

" Tiap kali memasuki masa panen, hasil pertanian yang melimpah membuat harga turun dan sulit pemasaran. Kalau ingin Desa Berdaya dan Kota Berdaya harus ada sinergi antara petani di desa dan pengusaha di kota,” ujar Raharjo, Kamis (22/8/2019).

Kata Raharjo, saat ini sudah banyak desa berdaya, salah satunya di Pandanrejo. Namun perlu kontribusi kota agar produk desa bisa dimanfaatkan.

“Sekarang desa sudah berdaya. Tinggal kota yang menyerap hasil pertanian tersebut,” terangnya.

Raharjo juga mendorong agar wisatawan bisa datang ke Desa Pandanrejo untuk petik stroberi. Namun bagi Raharjo, adanya keterlibatan Pemkot Batu akan banyak membantu untuk mengarahkan wisatawan ke wisata petik stroberi.

"Pemerintah dan pengusaha setidaknya mau membantu pemasaran dengan mengarahkan ke petani. Jangan hanya menyasar ke wisata buatan,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir kerugian, pihaknya bakal menggelar pesta stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo.

Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan mengaku kalau ia sering mendapat keluhan dari petani stoberi.

Petani terlanjur menanam stroberi sesuai arahan Pemkot Batu. Mereka berharap visi misi Desa Berdaya Kota Berjaya bisa terwujud secara nyata di lapangan dan bisa dirasakan oleh kaum bawah.

"Petani sedang dirundung kegalauan dan kehilangan kepercayaan diri. Petani khawatir hasil panen rayanya tidak laku terjual dan membusuk, merugikan mereka," keluh Manan.

Desa Pandanrejo memiliki luas lahan stroberi yang dikelola Bumdes Raharjo di atas Tanah Khas Desa (TKD) sekitar 2 hektar. Sedangkan lahan yang bekerja sama dengan milik warga ada sekitar 8-10 lahan dengan luas 2 hektar.

Setiap kali panen raya, seperti saat ini, per hektar mampu menghasilkan 1 hingga 3 kwintal. Dengan harga jual per Kg Rp 50-60 ribu tergantung dari grade. Harga tersebut sangat murah karena saat harga normal per Kg mencapai Rp 70-80 ribu.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved