Malang Raya

Tiga Bulan Berlalu, Identitas Wanita Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang Belum Terkuak

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi: Sidik jarinya hancur karena jenazah terlalu lama. Karena itu kami kesusahan mengungkap identitasnya.

Tiga Bulan Berlalu, Identitas Wanita Korban Mutilasi di Pasar Besar Malang Belum Terkuak
Polres Malang Kota dan SRYAMALANG.COM/ HAYU YUDHA
SUGENG ANGGA SANTOSO, TERSANGKA PEMUTILASI WANITA DI AREA PASAR BESAR, KOTA MALANG. 

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi: Sidik jarinya hancur karena jenazah terlalu lama. Karena itu kami kesusahan mengungkap siapa korban ini.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota belum bisa mengungkap identitas korban mutilasi di area Pasar Besar, Kota Malang yang terkuak sejak 14 Mei 2019 atau tiga bulan silam.

Tersangka kasus mutilasi telah ditetapkan, yaitu Sugeng Angga Santoso. Namun, identitas korban hingga kini masih misteri.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi mengatakan ada empat orang yang melaporkan kehilangan keluarganya. Namun setelah dicocokkan dengan ciri-ciri korban mutilasi, hal itu tidak sesuai.

"Kami berupaya mencocokkan keterangan keluarga yang melapor kehilangan orang dengan ciri-ciri korban mutilasi. Setelah dicek, tidak ada kecocokan," ujar Komang, Rabu (21/8/2019).

Ia menambahkan sketsa wajah yang dibuat oleh polisi juga tidak membuahkan hasil. Termasuk identifikasi sidik jari dan tes DNA.

"Sidik jarinya hancur karena jenazah terlalu lama. Karena itu kami kesusahan mengungkap siapa korban ini," ucapnya.

Hingga kini, berkas kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang yang menyeret Sugeng Angga Santoso sebagai tersangka juga belum P21.

BACA JUGA ARSIP BERITA TERKAIT SUGENG ANGGA SANTOSO

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Kejaksaan mengembalikan berkas lantaran polisi belum melengkapi beberapa dokumen seperti hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor).

"Ada yang harus kami lengkapi seperti keterangan sesama tunawisma, identifikasi bercak darah di pakaian dan hasil pemeriksaan labfor," ujar Komang.

Kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang terkuak pada 14 Mei silam setelah warga mencium bau busuk di lantai 2 dekat eks Matahari Department Store.

Setelah ditelusuri, ditemukan potongan tubuh wanita yang tercecer di tangga dan kamar mandi.

Empat hari berselang, polisi menangkap Sugeng dan menetapkannya sebagai tersangka. Terungkap bahwa alasan Sugeng memutilasi korban adalah karena nafsunya tidak dapat dipenuhi.

Sugeng membunuh korban saat tertidur di lantai 2 Pasar Besar dengan menggorok leher. Atas perbuatannya, Sugeng dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved