Pilwali Surabaya

Selain Punya Dukungan 138.000 Orang, Ini Syarat Lain Bagi Calon Perseorangan Pilwali Surabaya 2020

Calon independen atau perseorangan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 harus memiliki dukungan dari 135.000 sampai 138.000 orang.

maestrobali.com
Lambang Surabaya. 

SURYAMALANG.COM SURABAYA – Calon independen atau perseorangan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 harus memiliki dukungan dari 135.000 sampai 138.000 orang.

Beberapa tokoh sudah ancang-ancang hendak maju dalam perebutan kursi wali Kota Surabaya yang akan ditinggalkan Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya 2020 melalui jalur perseorangan.

Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi menuturkan syarat utama mendaftar sebagai calon wali kota dari jalur perorangan adalah mendapat dukungan minimal 6,5 persen dari total pemilih di Surabaya.

Jumlah pemilih Surabaya mencapai sekitar 2 juta orang.

“Jadi dukungan untuk calon perseorangan antara 135.000 sampai 138.000 orang.”

“Bukti dukungannya adalah fotokopi KTP yang berbeda,” jelas Nur Syamsi kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/8/2019).

KPU akan memverifikasi jumlah dukungan tersebut. Jumlah itu harus tanpa dukungan ganda.

Selain itu, jumlah dukungan KTP tersebut tidak menumpuk di satu wilayah.

Jadi, dukungan harus menyebar dengan tingkat penyebaran mencapai 50 persen dari total kecamatan di Surabaya.

Kalau jumlah kecamatan di Surabaya sebanyak 31 kecamatan, maka minimal penyebaran dukungan harus merata di 16 kecamatan.

Hasil verifikasi itu sudah harus tuntas sebelum masa pendaftaran calon.

Semua bukti dukungan itu ditunjukkan sebelum masa pendaftaran calon wali kota pada 16-18 Juni 2020.

Pilwali Surabaya pernah meloloskan calon perseorangan dalam perebutan Pilwali sekitar tiga periode lalu.

“Maju sebagai calon wali kota adalah hak semua warga. Selama memenuhi kualifikasi, silakan maju,” kata Syamsi.

Penulis: faiq nuraini
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved