Kabar Mojokerto

Kasus Santri Tewas Dianiaya Senior, Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Beri Penjelasan Kronologis

Pihak pondok tidak menutupi atau membantah kasus penganiayaan yang dilakukan Santri senior, WN (17), pada santri junior AR (16), Rabu (21/8/2019)malam

Kasus Santri Tewas Dianiaya Senior, Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Beri Penjelasan Kronologis
SURYAMALANG.COM/Febrianto Ramadani
Agus Solahuddin(kiri) memberikan keterangan bersama Gus Didin (Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Putra) dalam konferensi pers Sabtu (24/8/2019) 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Pondok pesantren Mambaul Ulum memberikan klarifikasi secara terbuka terkait kasus penganiayaan yang menewaskan salah satu santri, AR (16).

Melalu kuasa hukumnya, Agus Solahuddin, Ponpes Mambaul Ulum, menyebut pihak pondok tidak menutupi atau membantah kasus penganiayaan yang dilakukan pada Rabu malam (21/8/2019), oleh Santri senior, WN (17), kepada santri junior AR (16).

Aguspun memaparkan kronologis muncunya inforasi yang simpang siur sebelum akhirnya kejadian maut itu dinyatakan sebagai penganiayaan.

Hasil Skor Akhir Bali United Vs Arema FC Adalah 2-1, Tekanan Sepanjang Pertandingan

Sosok Gadis Viral yang Nangis di Konser Didi Kempot, Ungkap Kisah Cidro dan Menjadi Terkenal

Total Harta Warisan Jupe (Julia Perez) yang Digosipkan Jadi Rebutan Adik-adiknya, Nilainya Fantastis

"Pada waktu itu kejadiannya sangat cepat sekali. Gus Didin (Machfudin) pengasuh pondok pesantren putra,tanya ke santri penyebab kondisi korban. Karena santri di sekitar kejadian takut, santri secara langsung menjawab bahwa, korban jatuh dari lantai 2," ujar Agus Sabtu (24/8/2019).

Masih kata Agus, usai mendapat laporan tersebut, Gus didin bersama pihak pondok langsung membawa korban ke Rumah Sakit, tanpa melihat hal lainnya.

Dengan tujuan, korban bisa ditangani oleh tenaga rumah sakit dengan secepat mungkin.

Puluhan santri dan santriwati tampak memadati ruang masjid area Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa sore (20/8/2019). Mereka membacakan doa untuk santri bernama Ari Rivaldo (16) yang meninggal dunia akibat dianiaya seniornya, WN (17), asal Pacet, Mojokerto, Selasa (20/8/2019) dini hari.
Puluhan santri dan santriwati tampak memadati ruang masjid area Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa sore (20/8/2019). Mereka membacakan doa untuk santri bernama Ari Rivaldo (16) yang meninggal dunia akibat dianiaya seniornya, WN (17), asal Pacet, Mojokerto, Selasa (20/8/2019) dini hari. (febrianto ramadani)

"Akan tetapi fakta di lapangan berbeda, usai keluar dari rumah sakit, rekan rekan media datang, Anisatul Fadhilah (Ning Dila, pengasuh pondok pesantren putri) seketika langsung bicara dengan keterangan berdasarkan laporan santri. Disamping itu pula Ning Dila juga belum tahu persis kronologi kejadian yang sebenarnya. Jadi disinilah terjadi simpang siur berita tersebut," jelas Agus.

Atas pernyataan dari Ning Dila, lanjut Agus,pihak pondok meminta maaf yang sebesar besarnya.

Karena pernyataan tersebut adalah informasi awal yang diterima oleh santri kepada pengasuh pondok.

Terkait kasus penganiayaan, Agus menyebut, kejadian tersebut baru pertama kali dialami oleh pondok pesantren yang berada di jalan Awang awang, kecamatan Mojosari, kabupaten Mojokerto, tersebut.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved