Cerita Jenaka Para Pemeran Film 'Kapal Goyang Kapten' di Malang Town Square (Matos)

Empat pemeran film komedi "Kapal Goyang Kapten" yaitu Ge Pamungkas, Muhadkly Acho, Romaria Simbolon dan Mamat Alkatiri, melakukan promosi filmnya.

Cerita Jenaka Para Pemeran Film 'Kapal Goyang Kapten' di Malang Town Square (Matos)
Sylvianita Widyawati
Promo film Kapal Goyang Kapten di Malang Town Square (Matos), Minggu (25/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Empat pemeran film komedi "Kapal Goyang Kapten" yaitu Ge Pamungkas, Muhadkly Acho, Romaria Simbolon dan Mamat Alkatiri, melakukan promosi filmnya di Malang Town Square (Matos), Minggu (25/8/2019).

Kota Malang adalah daerah keenam yang disinggahi para artis. Selain itu juga ada penayangan khusus film itu di Cinemaxx Matos sebelum rilis resmi pada 5 September 2019.

"Biasanya kan film pembajakan kapal itu genrenya action, tapi kita bikin jadi komedi," jelas Acho, pemeran Cakka yang juga penulis skenario film itu kepada Suryamalang.com sebelum acara.

Akhirnya dibuatkan tokoh perampok amatiran yaitu Daniel (Ge Pamungkas), Cakka (Muhadkly Acho) dan Bertus (Mamat Alkatiri). Mereka terpaksa membajak kapal wisata di perairan Maluku untuk pertama kalinya.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Tapi kebodohan mereka, mereka malah kehilangan hasil perampokan dan terjebak di pulau kosong bersama nakhoda kapal Kapten Gomgom (Babe Cabita dan sembilan penumpangnya. Para tersandera juga melakukan perlawanan. Menurut Acho, seluruhan lokasi syuting di Maluku. "Selama syuting di pulau, dari hotel kita di Tual perlu menyeberang selama sejam ke pulau itu," cerita Acho. Baliknya juga begitu setiap harinya.

Karena kerap terombang ambing ombak di laut, Acho mengaku terbawa saat di darat. "Saya tidur, rasanya terbawa-bawa goyang ombak," akunya. Sedang bagi Ge Pamungkas, syuting harus menyeberang laut juga jadi "tekanan" tersendiri. Alasannya ia tidak bisa berenang.

"Tapi ada cerita berkesan di sana. Saat Mamat dan Acho syuting kan ada adegan marah-marah, eh..tiba-tiba ada Pak RT yang habis pulang gereja masuk ke lokasi syuting. Dikiranya itu adegan berantem beneran," tutur Ge Pamungkas.

Jadi si bapak itu langsung nyelonong ke lokasi dimana Mamat dan Acho bertengkar dalam bahasa daerah. Mamat dalam bahasa Ambon. Acho dalam bahasa Makasar. Padahal penonton sudah bilang ke bapak tua itu agar tidak masuk ke lokasi syuting.

Mamat dan Acho kemudian diajak duduk dan diminta menyelesaikan baik-baik masalahnya. Mereka bilang itu hanya akting untuk film. Bapak tersebut kemudian pergi.

"Saat itu memang syuting di perkampungan. Dikira beneran," kata Ge, komedian stand up ini. Maka adegan diulangi lagi. Sedang alasan Maluku sebagai lokaai syuting karena butuh setting laut dan pulau sesuai ceritanya.

"Di Maluku bagus. Biasanya kan pakai di Bali atau Jawa, Sumatera," tandas Ge. Sedang Romaria, aktris cilik jadi penumpang kapal juga merasakan keseruan main film itu. "Pernah kapal kita kayak mau terbalik," kata Romaria. Ini karena ombaknya.

Makanya, tambah Acho, nakhoda kapal selalu menata posisi penumpang agar menjaga keseimbangan kapal.

"Biasanya juga kalau orang panikan juga dipisah kapalnya. Kayak saya dan Mamat itu panikan di kapal, maka dipisah ke kapal lain agar kalau ada apa-apa, jika ada dua orang panikan maka bisa memicu ketidakseimbangan kapal," papar Ge.

Akhir cerita, mereka ingin saat diputar serentak pada 5 September 2019 nanti, film Kapal Goyang Kapten bisa jadi pilihan keluarga. "Ini family friendly. Bisa orangtua juga anak-anak. Gak ada adegan macem-macemnya," yakin Acho.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved