Pilwali Surabaya 2020

Lia Istifhama, Keponakan Khofifah, Pernah Gagal di Pileg dan Kini Incar Kursi Wali Kota Surabaya

Lia Istifhama, keponakan Khofifah: Saya pernah gagal di Pileg. Padahal saat itu sudah banyak orang yang tahu saya tapi belum kenal secara personal...

Lia Istifhama, Keponakan Khofifah, Pernah Gagal di Pileg dan Kini Incar Kursi Wali Kota Surabaya
Sofyan Arif Candra Sakti
Reputasi Lia Istifhama, keponakan Khofifah: caleg gagal, lulusan Universitas Airlangga (Unair) dan IAIN Sunan Ampel Surabaya, semifinalis Ning Surabaya tahun 2005, Putri Nahdlatul Ulama Surabaya tahun 2005. 

Lia Istifhama, keponakan Khofifah: Saya pernah gagal di Pileg. Padahal saat itu sudah banyak orang yang tahu saya tapi belum kenal secara personal sehingga tidak mempunyai kedekatan emosional.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Aktivis Muslimat, Lia Istifhama, santer dikabarkan akan ikut meramaikan Pilwali Surabaya 2020.

Ning Lia, sapaan akrabnya, merupakan keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Ketika dikonfirmasi terkait isu majunya ia di Pilwali, lulusan Universitas Airlangga (Unair) dan IAIN Sunan Ampel Surabaya ini tidak menampik bahwa peluang itu sangat terbuka.

"Kalau itu saya melihatnya adalah sebuah proses, proses itu berarti kita akan mendapatkan feedback. Banyak ilmu dan banyak tantangan, banyak kewajiban yang tidak tertulis dalam proses tersebut," ucap semifinalis Ning Surabaya tahun 2005 ini, Minggu (25/8/2019).

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Lebih lanjut, Ning Lia mengatakan dirinya harus banyak berproses karena banyak orang yang belum tahu dirinya begitu pun dirinya yang harus semakin banyak mengenal masyarakat.

"Saya pernah gagal di Pileg. Padahal saat itu sudah banyak orang yang tahu saya tapi belum kenal secara personal sehingga tidak mempunyai kedekatan emosional," ucap Ning Lia.

Sedangkan untuk restu dari Khofifah, menurut Putri Nahdlatul Ulama (NU) Surabaya tahun 2005 ini, semua mendapatkan peluang yang sama.

"Beliau adalah orang yang support kepada semua yang ingin maju. Selama kemauannya positif beliau respons positif dan tidak pernah mengintervensi satu pihak," ujar Ning Lia.

Pengurus Fatayat NU Jawa Timur ini pun mengakui saat ini dirinya sudah dekat dengan beberapa pentolan partai di Surabaya.

"Saya memang dekat secara personal dengan beberapa pentolan partai tapi itu itu bukan sebagai suatu garansi atau saya mengaku didukung salah satu partai," ucapnya. Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved