Kabar Tuban

Ratusan Anggota Dua Perguruan Pencak Silat Ricuh di Tuban, Sejumlah Korban Berjatuhan

Kericuhan antaranggota perguruan pencak silat terjadi di Desa Parangbatu Kecamatan Parengan, Tuban, Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 11.45 WIB.

Ratusan Anggota Dua Perguruan Pencak Silat Ricuh di Tuban, Sejumlah Korban Berjatuhan
mohammad sudarsono
LOKASI KEJADIAN - Kericuhan antaranggota perguruan pencak silat terjadi di Desa Parangbatu Kecamatan Parengan, Tuban, Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 11.45 WIB. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Kericuhan antaranggota perguruan pencak silat terjadi di Desa Parangbatu Kecamatan Parengan, Tuban, Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 11.45 WIB.

Informasi di lapangan, awalnya satu perguruan silat sedang melakukan tes jago bagi calon anggota senior di balai desa setempat.

Saat kegiatan berlangsung, tiba-tiba ada ratusan pemuda dari perguruan silat lain melakukan pawai motor dan menggeber gas.

Peserta pawai itu disebutkan melempar batu dan botol ke arah balai desa.

Pendekar di dalam balai desa akhirnya keluar, sementara peserta pawai bergeser ke arah Bojonegoro.

Namun di tengah jalan, para pemuda tersebut menjumpai seseorang bernama Roni yang akan ke balai desa. 

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Sontak Roni yang mengenakan seragam itu menjadi sasaran dari sekumpulan pemuda tersebut, hingga akhirnya dia mengalami luka pada bagian kaki.

"Ya ada ratusan dari oknum perguruan silat yang menyerang kami, lalu menyerang anggota kami yang akan berangkat ke balai desa padahal tidak tahu ada kejadian apa, hingga mengalami luka bagian paha diduga akibat bacokan yang menyebabkan otot putus," kata ketua perguruan silat dari Parengan, Imam Sutiono, ditemui di lokasi.

Dia menjelaskan, begitu mengetahui kejadian tersebut, ia langsung berkabar kepada anggotanya hingga berhasil mengamankan sejumlah pemuda dari perguruan silat lain. 

Sebagian yang diamankan dibawa ke Polres dan sebagian di Polsek.

Menurut dia, korban dari perguruannya tak hanya satu melainkan ada 5-6 orang yang juga terluka di bagian kepala akibat lemparan batu dan benda lainnya.

"Ada yang luka bacok dan luka akibat lemparan batu juga. Yang luka bacok dirawat di RS di Bojonegoro," bebernya.

Sementara itu, ketua perguruan silat lawannya, Abdul Mujib, menyatakan, setelah ditelusuri atas kejadian tersebut memang benar ada anggota sesama perguruannya tetapi berasal dari Bojonegoro.

Selain itu, acara tersebut sebenarnya merupakan acara paguyuban anak rantau dari kabupaten tetangga, yang mengadakan acara di Kecamatan Singgahan.

"Itu semua bukan dari Tuban, kalau dari perguruan kami di Tuban aman dan kondusif. Saya minta semua anggota di Tuban untuk menjaga hubungan baik dengan semua perguruan di setiap kecamatan," pungkasnya.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved