Malang Raya

Universitas Brawijaya (UB) Malang Tuan Rumah Kompetisi Perakitan Jembatan Tingkat Asia

Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah The 12 Asia Bridge Competition 2019

Universitas Brawijaya (UB) Malang Tuan Rumah Kompetisi Perakitan Jembatan Tingkat Asia
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana kompetisi perakitan jembatan ke-12 tingkat Asia di Universitas Brawijaya Malang, Minggu (25/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah The 12 Asia Bridge Competition 2019.

Kompetisi perakitan jembatan itu diikuti enam negara. Yaitu Thailand, Taiwan, Mongolia, Jepang, Vietnam dan Imdonesia. Acara berlangsung dua hari sejak Sabtu (24/8/2019) berupa pembukaan dan presentasi

Sedang Minggu (25/8/2019) berlangsung kompetisi perakitan jembatan oleh 16 tim. Setiap ronde diikuti delapan tim.

"Dari Indonesia ada tiga perguruan tinggi yaitu UB, Universitas Negeri Solo (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Yogjakarta," jelas ketua Pelaksana Dr Eng Indradi Wijatmiko ST MEng pada SURYAMALANG.COM, Minggu (25/8/2019).

Lokasi lomba di aula gedung G Filkom UB cukup semarak. Semua bisa menyaksikan terbuka perakitan jembatan itu. Hasilnya ditayangkan di dua layar yang dipasang.

Di babak pertama yang paling cepat perakitannya adalah UB dengan waktu 06.30.35. Sedang kisaran tim-tim lain di babak pertama antara 10-21 menit.

Sedang di babak kedua, tercepat adalah Tottori University dari Jepang dengan waktu 05.59.79. Sedang tim lain yang berlaga di babak kedua kisaran waktunya ada yang 07.52.87 hingga 15.31.46.

"Nanti yang dinilai tak hanya kecepatan merakitnya saja tapi juga ada voting keindahan dan pembebanan," kata pria berkacamata ini.

Menurut dia, untuk kecepatan perakitan yang dibawah tujuh menit akan dibulatkan ke tujuh menit untuk menghindari assembly yang tak masuk akal. Ia mencontohkan kejadian kompetisi tahun lalu dimana ada jembatan yang diangkat biasa.

Padahal di lapangan tidak bisa seperti itu. Menurut dia, berbeda dengan kompetisi jembatan Indonesia yang diadakan kemenristekdikti, juri di lomba The 12 Asia Bridge Competition 2019 adalah para supervisor tim.

"Kalau di kompetisi jembatan dikti ada dewan juri khusus. Kalau di kompetisi ini para supervisor tim," paparnya.

Hasil data masing-masing kemudian dirapatkan untuk menentukan pemenangnya. Hasil perakitan jembatan mahasiswa dipajang di luar area lomba untuk dinilai.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved