Breaking News:

Malang Raya

Bandar Puluhan Ribu Pil Koplo dan 7 Gram Sabu-sabu Terungkap di Kota Malang

Polres Malang Kota menjerat Priyanda dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun. Sedang

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: yuli
aminatus sofya
Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota meringkus seorang bandar narkoba, Yusron, di rumahnya, Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menuturkan penangkapan terhadap Yusron bermula dari saat polisi lebih dulu menciduk Priyanda. Dari keterangan Priyanda, didapatkan sabu dari tangannya 0,75 gram. 

Polres Malang Kota menjerat Priyanda dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun. Sedangkan Yusron disangkakan melanggar pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepolisian Resor (Polres) Malang Kota meringkus seorang bandar narkoba, Yusron, di rumahnya, Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menuturkan penangkapan terhadap Yusron bermula dari saat polisi lebih dulu menciduk Priyanda. Dari keterangan Priyanda, didapatkan sabu dari tangannya 0,75 gram.

"Dari keterangan Priyanda, kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka lain yakni Yusron," ujar Asfuri, Senin (26/8/2019).

Ia menambahkan dari tangan Yusron, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu 7,4 gram dan puluhan ribu pil koplo.

Sabu ditemukan di atas lemari, sedangkan pil koplo ditemukan di rumaj lain Yusron di Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Selain itu, juga kami temukan timbangan dari tangan tersangka," katanya.

Berdasarkan keterangan Yusron, ia mengaku telah menjalani profesi sebagai pengedar narkoba sejak empat bulan lalu. Narkoba tersebut didapat dari David yang merupakan warga Jember.

"David ini masih kami selidiki di mana keberadaannya," ucap Asfuri.

Dipasarkan Menggunakan 'Sistem Ranjau'

Tersangka Yusron memasarkan narkoba menggunakan sistem ranjau. Istilah "sistem ranjau" mengacu pada cara pengedarannya, yaitu antara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung.

Narkoba diletakkan begitu saja di suatu tempat yang disepakati, sedangkan uangnya diserahkan dengan cara transfer.

"Menggunakan sistem ranjau pemasaranya," ucap Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Ia mengatakan bakal mendalami jaringan Yusron. Apalagi, telah terdeteksi narkoba dagangannya didapat dari David yang merupakan warga Jember.

"Jika ketemu David ini, maka bisa terungkap jaringannya," katanya.

Polisi menjerat Priyanda dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 12 tahun. Sedangkan Yusron disangkakan melanggar pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved