Kabar Madiun
Sukaji Pergi Tanpa Pamit saat Teman akan Ajak Makan Siang, Ternyata Pergi untuk Selamanya
"Korban semasa hidupnya sering sakit-sakitan dan bahkan dalam satu minggu berobat sampai dua kali ke RSUD Pantiwaluyo Caruban, dan akhir akhir ini sud
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: yuli
"Korban semasa hidupnya sering sakit-sakitan dan bahkan dalam satu minggu berobat sampai dua kali ke RSUD Pantiwaluyo Caruban, dan akhir akhir ini sudah tidak berobat lagi," imbuhnya.
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Seorang pria paro baya bernama Sukaji (60) warga Desa Sirapan Kecamatan/Kabupaten Madiun, tewas tertabrak Kereta Api Logawa, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tertabrak kereta di KM 159+2 hingga 159+3, Dusun Ngampel RT19/RW 03 Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun.
Kapolsek Nglames, AKP Nuryadi, ketika dikonfirmasi membenarkan. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mendatangi rumah temannya bernama Arip (70).
Korban memarkirkan motornya di depan rumah temannya, kemudian duduk dan mengobrol di depan rumah temannya di Dusun Ngampel, Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun.
Setelah beberapa saat mengobrol, korban ditinggal oleh temannya masuk rumah untuk makan siang. Namun, ketika temannya keluar rumah, korban sudah tidak ada.
"Kurang lebih sekitar pukul 12.30 WIB, saksi mengetahui tiba-tiba ada petugas Polsuska mendatangi lokasi rel kereta api yang berjarak kurang lebih 40 meter dari rumahnya dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat tertabrak kereta api," jelasnya.
Nuryadi menutukan, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi luka pecah pada bagian belakang tengkorak kepala, dan patah tulang pada rahang kiri.
Dia menambahkan, menurut keterangan sejumlah saksi, semasa hidupnya korban sering sakit-sakitan. Namun, belum diketahui apakah korban sengaja menabrakan dirinya atau murni sebuah kecelakaan.
"Korban semasa hidupnya sering sakit-sakitan dan bahkan dalam satu minggu berobat sampai dua kali ke RSUD Pantiwaluyo Caruban, dan akhir akhir ini sudah tidak berobat lagi," imbuhnya.
Sementara itu, manajer humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, berdasarkan keterangan dari masinis KA 188c Logawa, sempat membunyikan klakson lokomotif. Namun, korban tidak menghiraukan sehingga tertabrak.
"Berdasarkan info masinis KA 188c Logawa relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng, bahwa di km 159 + 2/3 antara Madiun-Babadan didapati ada orang berada di area terlarang, kemudian masinis KA 188c membunyikan semboyan 35 (menyalakan klakson lokomotif) namun korban tidak menghiraukan kemudian tertemper," kata Ixfan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dusun-barong-desa-barongsawahan-kecamatan-bandar-kedungmulyo-jombang.jpg)