Breaking News:

Kabar Surabaya

FKPPI Pecat Tri Susanti Lewat Telepon usai Insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Tri Susanti alias Susi, koordinator aksi ormas di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya merupakan Wakil Ketua FKPPI.

Editor: yuli
luhur pambudi
TRI SUSANTI - Calon Anggota Legislatif (Caleg) Surabaya dari Partai Gerindra nomor urut 8, daerah pemilhan pada Pemilu 2019. Perempuan kelahiran 29 Mei 1967 yang tinggal di kawasan Bhaskara Utara, Surabayaitu juga sempat menjadi saksi pasangan Prabowo-Sandi saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

FKPPI Pecat Tri Susanti Lewat Telepon usai Insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tri Susanti alias Susi, koordinator aksi ormas di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya merupakan Wakil Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI).

Namun belakangan terdengar kabar, aktivis perempuan itu diberhentikan dari organisasi tersebut.

Penasehat hukum Susi, Sahid, membenarkan bahwa kliennya memang menjawab sebagai wakil ketua di organisasi tersebut.

Namun, belakangan setelah adanya insiden di asrama mahasiswa Papua, Jumat (16/8/2019), Susi akhirnya dicopot dari jabatan dan keanggotaan FKPPI Jatim.

"Jadi memang Bu Susi itu diberhentikan namun tidak menggunakan surat resmi," katanya, Selasa (27/8/2019).

Foto Bendera di Selokan Picu Insiden Rasialis, Pengacara Tri Susanti Sebut Kiriman Orang Tak Dikenal

Tri Susanti Tidak Tahu Siapa Sebenarnya Perusak Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua

Pernah Jadi Caleg Gerindra, Tri Susanti Mengaku Bukan Pengurus Maupun Kader

Tri Susanti Mengaku Tidak Beridentitas FKPPI atau Gerindra saat Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Menurut Sahid, kliennya diberhentikan melalui pemberitahuan secara langsung via telepon oleh FKPPI pusat.

"Ya intinya dipecat tapi tidak melalui surat resmi tetapi melalui via telepon," tuturnya.

Sahid mengira, pemberhentian seseorang menjadi anggota suatu organisasi, patut melalui mekanisme prosedural yang lazimnya ditentukan dalam peraturan organisasi.

"Dia melakukan kesalahan maka disidang etik, setelah itu kalau memang ada kesalahan atau etik yang dilanggar, baru dia diberhentikan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Sahid, dirinya memasrahkan permasalan itu pada kliennya.

"Sebenarnya ini bukan ranah saya," ujarnya. LUHUR PAMBUDI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved