Breaking News:

Kabar Madiun

Sumur P2T Bantuan Pemerintah Mangkrak, Kaum Tani Madiun Keluarkan Biaya Lebih untuk Mengairi Sawah

#MADIUN - Setiap petani yang menggunakan sumur tersebut dikenakan biaya Rp 40.000/jam untuk membayar tagihan listrik.

rahadian bagus
Sumur P2T bantuan Pemerintah Kota Madiun, yang mangkrak. 

"Setiap petani yang menggunakan sumur tersebut dikenakan biaya Rp40.000/jam untuk membayar tagihan listrik," katanya.

Tetapi, muncul masalah saat musim penghujan tiba. Petani tetap harus membayar abonemen atau biaya langganan listrik senilai Rp2,2 juta per bulan meski tidak digunakan.

"Ya petani keberatan. Masa mesin sumur tidak digunakan tetap disuruh bayar abonemen listrik Rp 2,2 juta. Dua bulan awal, kami sanggup membayarnya. Tetapi setelah itu, kami tidak sanggup membayar," katanya.

Hingga akhirnya, petani sepakat untuk mengganti meteran listrik pascabayar dengan meteran listrik menggunakan token. Tujuannya, mereka dapat membayar dan menggunakan pada saat membutuhkan saja.

Selanjutnya, mesin kWh yang awalnya menggunakan sistem pascabayar diganti dengan mesin prabayar atau token listrik. Namun, daya yang dipasang petugas PLN hanya 16.500 kVA, padahal mesin pompa tersebut berdaya 22.000 kVA.

Kurangnya daya listrik menyebabkan mesin pompa tidak dapat menyala. Daya listrik yang sebesar 16.500 kVA tersebut hanya mampu menyalakan mesin pompa beberapa detik saja, setelah itu mati.

Kini, para petani terpaksa kembali menggunakan pompa diesel. Petani harus mengeluarkan biaya Rp2 juta untuk mengairi lahan sawah mereka seluas satu kotak, selama musim tanam.

Padahal, jika mereka menggunakan sumur P2T , mereka hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp1 juta/kotak.

"Menggunakan sumur P2T ini lebih murah, karena untuk lahan satu kotak hanya waktu satu jam saja sudah penuh sawahnya. Tapi kalau menggunakan sumur diesel, bisa butuh waktu tiga sampai empat jam baru bisa penuh air sawahnya," ujarnya.

Kasno mengatakan, para petani di desanya kecewa dengan kondisi sumur yang mangkrak tersebut. Sebab, sumur P2T itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air para petani.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved