Breaking News:

Kabar Madiun

Sumur P2T Bantuan Pemerintah Mangkrak, Kaum Tani Madiun Keluarkan Biaya Lebih untuk Mengairi Sawah

#MADIUN - Setiap petani yang menggunakan sumur tersebut dikenakan biaya Rp 40.000/jam untuk membayar tagihan listrik.

rahadian bagus
Sumur P2T bantuan Pemerintah Kota Madiun, yang mangkrak. 

Kasno berharap pemerintah bisa memberikan solusi atas permasalahan ini. Sehingga sumur P2T yang mangkrak itu bisa segera digunakan petani. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang.

"Mungkin bisa saja pompanya diganti dengan yang lebih kecil. Supaya daya yang serkarang ini kuat. Sumur ini sangat membantu para petani," ujar bendahara Kelompok Tani Lestari ini.

Hal senada disampaikan petani di Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Lamidi (52). Saat musim kemarau seperti sekarang, air menjadi barang mahal.

Ayah dua anak ini berharap, sumur P2T yang dibangun dengan biaya yang tidak murah itu dapat kembali difungsikan. "Tolong pak Walikota, Dinas Dinas Pertanian, supaya sumur P2T ini dapat difungsikan kembali," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sumur tersebut memang sudah lama tidak difungsikan. Ia mengatakan, sumur tersebut dibangun pada 2016 menggunakan dana DAK dari Kementrian Pertanian.

Muntoro menuturkan, permasalahan sumur P2T tersebut sudah dimusyawarahkan dengan pihak terkait. Rencananya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun akan mengusulkan anggaran perbaikan sumur P2T tersebut dari anggaran tahun 2020.

"Optimalisasinya nanti pada tahun 2200, apakah nanti diganti sibelnya (mesin pompa) yang lebih kecil dayanya, atau nanti diganti dengan mesin disel, jadi nggak pakai meteran," katanya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved