Breaking News:

Citizen Reporter

Reaksi Warga Suku Koroway di Papua ketika Pertama Kali Lihat Orang Salat

Islam sudah akrab terdengar oleh banyak orang Koroway di Papua, tapi mereka tidak pernah menyaksikan seperti apa dan bagaimana Islam itu.

Editor: yuli
Irfan Nugraha
Penduduk Suku Koroway di Papua. 

Suku Koroway baru melakukan kontak dengan dunia luar pada tahun 1978 saat bertemu misionaris Belanda dan sebelumnya hidup tersebar di bolup (area bermukim dan tempat berburu sesuai marga).

Bolup tetap ada sebagai area berburu dan meramu, serta menjadi lokasi untuk menyaksikan pesta ulat sagu atau rumah tinggi.

Meskipun orang Koroway sudah merasakan program pemberdayaan komunitas adat terpencil dari Kementerian Sosial, hidup mereka masih terisolasi. Akses jalan darat dan fasilitas pendidikan serta kesehatan terbatas.

Keterisolasian itu menciptakan situasi keterasingan yang unik, sehingga proses interaksi orang Koroway dengan yang liyan tidaklah intensif.

Lantas, apakah situasi orang Koroway yang sangat sedikit bersentuhan dengan dunia luar membuat mereka bereaksi keras terhadap sesuatu yang berbeda? Riset saya menyatakan sama sekali tidak tidak.

Saya bersama peneliti lainnya masuk ke dalam hutan untuk melihat keseharian hidup orang Koroway ketika berada di dalam bolup. Pada satu kesempatan di bolup, salah satu anggota tim peneliti meminta izjin untuk menunaikan sholat.

Islam sudah akrab terdengar oleh banyak orang Koroway, tapi mereka tidak pernah menyaksikan seperti apa dan bagaimana Islam itu. Islam adalah sesuatu yang benar-benar asing dan jelas berbeda bagi orang Koroway.

Lantas, bagaimana reaksinya? Apakah rekan peneliti saya kemudian dilarang untuk menggelar sajadahnya?

Rupanya tidak. Pemuka marga mempersilakan anggota tim untuk menjalankan ibadahnya. Orang Koroway memperlakukan dia dengan penuh hormat.

Usai ritual salat, barulah orang Koroway bertanya mengenai ritual yang baru kali pertama mereka saksikan. Mereka berkesimpulan, “Oh, sama seperti kami; kami juga beribadah. Hanya beda saja caranya.”

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved