Breaking News:

Citizen Reporter

Reaksi Warga Suku Koroway di Papua ketika Pertama Kali Lihat Orang Salat

Islam sudah akrab terdengar oleh banyak orang Koroway di Papua, tapi mereka tidak pernah menyaksikan seperti apa dan bagaimana Islam itu.

Irfan Nugraha
Penduduk Suku Koroway di Papua. 

Bahkan, orang Koroway dapat secara spontan mencari titik temu persamaan dari perbedaan itu: jika kami beribadah, maka orang lain pun sama, hanya saja caranya berbeda. Bukan suatu permasalahan.

Interaksi spontan itu menunjukkan tidak adanya pertentangan antara pola hidup tradisional dengan pola interaksi dalam konteks keberagaman.

Kekerasan karena perbedaan

Di Indonesia, persepsi perbedaan yang berujung rasisme jarang dipermasalahkan.

Misalnya, pandangan merendahkan soal orang Papua suka mabuk, bahkan soal aroma tubuh mereka tidak jarang terucap. Sebagian kita tetap melihat rasisme terhadap mahasiswa Papua ini suatu tindakan yang normal.

Ini tidak lain karena seringkali sentimen kebencian hadir dalam persoalan yang begitu dekat dan lekat dengan keseharian kita, sehingga kita tidak mengkritisinya dan menganggapnya sebagai pola interaksi yang wajar.

Padahal seringkali perbedaan persepsi ini bisa menimbulkan kekerasan.

Hal ini karena pemerintah gagap dalam merespons rasisme terhadap Papua.

Akibatnya, persepsi negatif terhadap warga Papua, menurut mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai, menguat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Politisasi perbedaan

Halaman
1234
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved