Kabar Lamongan

Polres Lamongan dan Muhammadiyah Jatim Berupaya Persempit Penyebaran Paham Radikal

Polres #Lamongan dan Muhammadiyah Jatim Berupaya Persempit Penyebaran Paham Radikal. Lamongan termasuk 5 kabupaten di Jatim yang rentan.

Polres Lamongan dan Muhammadiyah Jatim Berupaya Persempit Penyebaran Paham Radikal
Hanif Manshuri
Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Saad Ibrahim, bersama peserta seminar di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Kamis (29/8/2019). 

Polres #Lamongan dan Muhammadiyah Jatim Berupaya Persempit Penyebaran Paham Radikal. Lamongan termasuk 5 kabupaten di Jatim yang rentan.

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Polres Lamongan menyadari rentannya persebaran ajaran radikal di Lamongan sehingga menggelar seminar kebangsaan bersama mahasiswa dan resimen mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Kamis (29/8/2019).

Seminar dengan tema memperkuat semangat masional dan bela negara tersebut mengundang pembicara melibatkan Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. 

"Kegiatan ini merupakan upaya Polres Lamongan dalam rangka mengajak seluruh elemen, akademissi dan mahasiswa," kata Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung

"Lamongan itu lima dari kabupaten di Jawa Timur yang menjadi pusat perhatian karena adanya penyebaran paham-paham radikal," katanya.

Itu sebabnya, dia menilai perlu bersinergi dengaan Muhammadiyah. Dia juga menyinggung uraian Saad Ibrahim perihal negara-negara lain yang tercerai berai karena radikalisme.

Feby DP Hutagalung pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bertangggunjawab terhadap keberlangsungan negara. Selanjutnya, mempersempit ruang gerak oknum atau sekelompok orang yang terpapar radikalisme.

"Teroris itu karena adanya pemahaman yang salah," tandasnya. Apabila sudah dipotong maka aksi-aksi teroris akan terputus. 

Sementara itu, Saad Ibrahim mengatakan, keterlibatan semua pihak pada acara yang digelar Polres Lamongan adalah bagian keterlibatan moral dari semuanya.

"Indonesia adalah negara besar, baik jeleknya akan berpengaruh pada kita yang besar yakni, umat Islam yang mayoritas," katanya.

Sunnatulah akan berlaku untuk semua. "Kalau sudah masif akan meledak., maka harus dihentikan," katanya. 

Saad Ibrahim juga merespons positif tindakan Polres Lamongan. "Bagus apa yang dilakukan oleh Polres Lamongan," ungkapnya. Menurutnya, warga Indonesia sudah saatnya membawa ke permukaan jiwa keindonesiaannya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved