Kabar Jombang

Simpati untuk Elia Eza, Yatim Piatu sejak Usia 4 Tahun karena Ayah Ibunya Celaka di Mojokerto

YATIM PIATU - Elia Eza Bintang Savana (6) merupakan anak Abdul Rochim (30) dan Suyanti (28) yang tewas dalam kecelakaan pada 2017 silam di Mojokerto.

Simpati untuk Elia Eza, Yatim Piatu sejak Usia 4 Tahun karena Ayah Ibunya Celaka di Mojokerto
Sutono
YATIM PIATU - Wakapolres Jombang Kompol Budi Setiono menyambangi Elia Eza Bintang Savana (6), anak Abdul Rochim (30) dan Suyanti (28) yang tewas dalam kecelakaan pada 2017 silam di Mojokerto. 

YATIM PIATU - Elia Eza Bintang Savana (6) merupakan anak Abdul Rochim (30) dan Suyanti (28) yang tewas dalam kecelakaan pada 2017 silam di Mojokerto.

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Operasi Patuh (Optuh) 2019 yang dimulai hari ini dilaksanakan secara berbeda oleh Polres Jombang, Jawa Timur, Kamis (29/8/2019).

Selain fokus dengan razia atau upaya penindakan, Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono juga menyempatkan diri mengunjungi keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, di Desa Daditunggal Kecamatan Ploso.

Selain sebagai bentuk empati, Wakapolres Budi juga menyampaikan sejumlah bantuan kepada anak korban kecelakaan yang kini telah menjadi yatim piatu.

Yakni Elia Eza Bintang Savana (6). Bocah malang ini merupakan anak dari pasangan Abdul Rochim (30) dan Suyanti (28) yang tewas dalam kecelakaan pada 2017 silam di Mojokerto.

"Adek Bintang ini adalah salah satu contoh dampak kecelakaan lalu lintas yang ditimbulkan. Bukan hanya pada diri sendiri, tapi pada keluarga yang ditinggalkan, adik Bintang ini contohnya yang sekarang menjadi yatim piatu", terangnya.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres juga memberikan bantuan kepada Bintang. Selain uang, Bintang juga diberi tiga buah boneka serta sejumlah paket sembako.

"Ini wujud kepedulian kami, selain melakukan penindakan kepada pelanggar lalu lintas, kami juga memberikan empati. Ini sekaligus ini imbauan kami agar masyarakat mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas," tandasnya.

Bintang yang kini berusia enam tahun saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Daditunggal Kecamatan Ploso.

Bocah malang yang kini bersekolah di SD Negeri Daditunggal ini hidup dengan serba keterbatasan bersama neneknya, Sutik dan Taman, kakeknya (63).

Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, pasangan lansia ini bekerja sebagai pembuat batu bata di rumahnya.

Salah satu tetangga, Sri Wahyuni (38) menceritakan, kedua orangtua bintang tewas dalam kecelakaan maut di Pacet, Mojokerto, dua tahun silam. Bintang saat itu masih duduk di bangku TK.

"Waktu itu kecelakaan dengan truk muatan pasir berhenti di lampu merah di Pacet. Saat itu mau berangkat kerja, jadi langsung meninggal dunia di tempat," tutur Sri Wahyuni kepada SURYAMALANG.COM.

Bintang ditinggalkan kedua orangtuanya di usia empat tahun. Sehari-hari, Bintang dirawat oleh Sri Wahyuni (38).

Bahkan, Bintang kini juga memanggilnya dengan sebutan ibu. "Dulu panggil saya emak, sekarang ibu, kalau dengan anak saya yang perempuan itu manggilnya mama," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved