Universitas Brawijaya Malang

Tips Berkendara Aman Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM)

"Sebanyak 65 persen kecelakaan penyebabnya karena faktor manusia," jelas Ir Aji Suraji MSc, Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM).

Tips Berkendara Aman Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM)
Sylvianita Widyawati
Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berbagi pengalaman karena pernah mengalami kecelakaan, Kamis (29/8/2019) di GKM UB. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kecelakaan lalu lintas menjadi mesin pembunuh ke-11 di dunia selain penyakit lainnya. Yang meninggal dunia mencapai 30.000-40.000 per tahun di Indonesia.

Belum yang luka berat dan kerugian material. Jika tertib berlalu lintas, maka risiko kecelakaan bisa diturunkan.

"Sebanyak 65 persen kecelakaan penyebabnya karena faktor manusia," jelas Ir Aji Suraji MSc, Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM) dalam acara kampus pelopor keselamatan lalu lintas di GKM Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (29/8/2019).

Acara itu dihadiri ratusan mahasiswa UB berbagai fakultas sebagai peserta.

Karena itu, pria yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa S3 Transportasi UB ini perlu adanya pendidikan berlalu lintas untuk mewujudkan keselamatan di jalan.

Faktor kedua kecelakaan sebanyak 30 persen karena prasarana dan kemudian 5 persen karena sarana dan alam. "Jika faktor manusia 65 persen dibenahi, maka bisa ditekan cukup 30 persen," jelasnya.

Faktor prasarana seperti jalan berkubang, lampu lantas kurang berfungsi. Sedang contoh sarana dan alam seperi rem blong, lampu tidak menyala, band kendaraan gunduk dll.

"Karena human error banyak, maka perilaku manusia harus diperangi," tambahnya. Menurut dia, tugas polisi terlalu rendah jika hanya prat prit di lapangan. Seharusnya pengguna memiliki kesadaran. Sehingga polisi bisa melaksanakan tugas lainnya.

Sejumlah mahasiswa menanyakan ke Aji saat tanya jawab. Misalkan saran mahasiswa agar ada peninjuan kembali SIM seumur hidup. Sebab meski memegang SIM, namun jika usianya sudah lanjut usia juga rawan kecelakan di jalan.

"Soal regulasi itu biar dijawab kepolisian. Saya tinjau sisi lainnya," kata Aji.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved