Universitas Brawijaya Malang

Tips Berkendara Aman Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM)

"Sebanyak 65 persen kecelakaan penyebabnya karena faktor manusia," jelas Ir Aji Suraji MSc, Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM).

Tips Berkendara Aman Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang (UWM)
Sylvianita Widyawati
Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berbagi pengalaman karena pernah mengalami kecelakaan, Kamis (29/8/2019) di GKM UB. 

Saat mengemudia, seseroang harus dalam kondusi prima. Begitu juga pandangannya karena menyangkut warna-warna dan maknanya.

"Jika sudah dalam kondisi itu, sebaiknya jajgan nyetir dan cukup dibonceng. Banyak cara kok," paparnya. Mahasiswa lainnya juga bertanya tentang kerap diklakson kendaraan lain karena berhenti traffic light yang tidak ada keterangan belok kiri langsung. "Niat saya taat aturan, tapi diklakson terus. Apa sikap saya sudah benar?" tanya mahasiswa itu.

Dikatakan Aji, yang dia itu sudah benar. Menurut dia, pendidikan berlalu lintas itu berproses. Dan ternyata banyak yang tidak paham. Maka jika memang ada tulisan boleh belok kiri langsung, lakukan.

Jika tidak ada tulisannya, tidak boleh dilakukan atau menunggu lampu menyala. Ini sebagai bagian dari traffic education. Apalagi kondisi di lapangan, kadang lebar atau lajur jalan kurang sehingga yang ingin belok kiri tidak ada ruang.

Ada juga mahasiswa yang menanyakan penggunaan HP saat berkendara. "Sekarang HP tak hanya dipakai sebagai alat komunikasi tapi bisa juga untuk peta," tanya mahasiswa itu.

Menurut Aji, penggunaan HP saat berkendaraan seperti melihat peta juga rawan kecelakaan karena bisa jadi kurang konsentrasi. Maka ia punya tips untuk itu.

"Sebelum berangkat, pahami dulu rutenya di peta. Jika kurang paham, tanya pada yang membagikan lokasi. Jika sudah tahu jalannya, baru berangkat. HP masukkan ke dalam saku," sarannya.

Jika di tengah jalan masih ragu, maka sebaiknya ke pinggir jalan atau bertanya ke orang terdekat di lokasi. Baru melanjutnya perjalanan.

"Sekarang ini banyak yang nggak fokus berkendaraa saat mencari lokasi bisa rawan kecelakaan. Mungkin tidak sekarang, bisa jadi suatu saat hilang kendali atau karena salah persepsi pengendaraa lain," jelas dia. Maka kuncinya dikendali diri. Selain itu juga ada sesi berbagi cerita dari mahasiswa yang pernah kecelakaan dan tanpa diduga mendapatkan hadiah helm.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved