Kabar Tuban

4 Nelayan Tuban Bertahan 10 Jam di Atas Perahu yang Terbalik Usai Dihantam Ombak di Gresik

Empat nelayan asal Kelurahan Karangsari, Tuban, harus menghadapi perjuangan berat usai perahu rakit mereka terbalik di perairan Gresik.

4 Nelayan Tuban Bertahan 10 Jam di Atas Perahu yang Terbalik Usai Dihantam Ombak di Gresik
ist
Empat nelayan Tuban bertahan di atas perahunya yang terbalik diterpa gelombang. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Empat nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, harus menghadapi perjuangan berat usai perahu rakit mereka terbalik di perairan Gresik, Jawa Timur.

Awalnya, mereka berangkat dari pesisir Tuban pada Senin, 26 Agustus 2019, sekitar pukul 21.00 WIB.

Mereka menuju perairan Madura dan kondisi perahu milik Rabin (60) itu masih normal.

Saat kembali dan melewati perairan Gresik pada 28 Agustus 2019, perahu tiba-tiba terbalik pukul 22.00 WIB.

"Saat perjalanan pulang perahu terbalik karena gelombang yang tinggi, ada muatan ikan juga," kata Rabin di rumahnya. 

Dia pun bercerita tentang kondisi yang dihadapi di tengah lautan tersebut saat perahunya terbalik.

Bersama ketiga temannya, Raji (65), Tasmiun (60) dan Suminto (40), mereka bertahan sekitar 10 jam lamanya di atas perahu.

Kondisi tubuh pun kian lemah karena dingin angin serta air laut yang menyelimuti tubuh mereka.

Keesokan harinya setelah kejadian, 29 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB, datang Kapal Tb Sanle 20 dari Sampit, Kalimantan, yang kebetulan melintas di perairan sekitar.

"Kami lalu ditolong dibawa ke darat, Jumat 30 Agustus 05.00 WIB sampai pelabuhan di Gresik lalu kami pulang ke Tuban. Hasil tangkapan ikan tak bisa diselamatkan, untuk perahu diupayakan diambil jika kondisi alam sudah membaik," ungkapnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tuban, Emil Pancoro, mendapat laporan dari keluarga Rabin, namun saat akan dilakukan pencarian ternyata ada informasi sudah diselamatkan kapal lain.

"Tim kami sudah siap tapi ternyata sudah ditemukan. Syukur alhamdulillah semua ABK selamat, sudah sampai rumah semua," pungkasnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG Tanjung Perak, mulai 28 Agustus hingga 31 Agustus 2019 tinggi gelombang di perairan utara Jawa Timur hingga Masalembu antara 1,5 meter hingga 3 meter.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved