Kabar Trenggalek

825 Tahun Trenggalek, Antara Keris Pusaka, Kemiskinan dan Mimpi Infrastruktur Modern

Kabupaten Trenggalek berusia 825 tahun pada 2019 ini. Tradisi dan budaya Jawanya masih erat. Bagaimana wilayah tua ini menghadapi modernitas?

825 Tahun Trenggalek, Antara Keris Pusaka, Kemiskinan dan Mimpi Infrastruktur Modern
ahmad zaimul haq
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin saat prosesi serah terima pusaka di Pendapa Kabupaten Trenggalek dalam rangkaian Hari Jadi ke-825, Jumat (30/8/2019). 

Kabupaten Trenggalek berusia 825 tahun pada 2019 ini. Tradisi dan budaya Jawa lama masih erat selama perayaan hari jadi kabupaten di bagian selatan Jawa Timur itu. Bagaimana wilayah tua ini menghadapi modernitas?

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Pusaka-pusaka Trenggalek dibawa ke daerah Desa Kamulan Kecamatan Durenan, Jumat (30/8/2019) sore.

Pusaka yang berupa sepasang tombak korowelang, songsong tunggul praja, songsong tunggul naga panji lambang kabupaten, dan Parasamya Purna Karya Nugraha itu diinapkan di Kamulan sebelum diarak esok paginya menuju pendapa.

Prosesi itu berlangsung di pendapa Trenggalek. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyerahkan pusaka untuk dibawa menggunakan mobil berjenis jeep.

“Tradisi ini dilakukan karena prasasti pertama kali – yang menandai Trenggalek berusia 825 tahun – itu ditemukan di Kamulan, tepatnya di Sendang Kamulyan. Jadi pusaka sebelum dibawa kembali ke pendopo, kami semayamkan semalam di daerah itu,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin tersebut.

GALERI FOTO - Panggul, Kota Tua di Trenggalek, Dulu Favorit Orang-orang India, Arab dan Tionghoa

GALERI FOTO - Ritual Serah Terima Pusaka Jelang Kirab 825 Tahun Kabupaten Trenggalek

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 45 Miliar untuk Penataan Pantai Prigi, Tahun ini Rp 12,7 Miliar Dulu

Hari jadi kali ini, bagi Mas Ipin, perlu dimaknai dengan peningkatan-peningkatan bagi masyarakat. Pada tahun depan, ia menargetkan peningkatan indikator pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.

Ia mengklaim, indeks pembangunan manusia, gender, dan persoalan kemiskinan sudah sesuai dengan jalurnya.

“Hanya saja ada beberapa infrasturktur dasar yang ingin kita dorong lagi. Salah satunya pencapaian cakupan air bersih, sanitasi dan lainnya,” ujarnya.

Soal kemiskinan, Mas Ipin bilang, garis kemiskinan di Trenggalek naik sejak tahun 2014. Sementara merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Mas Ipin, ada 6.000 warga lepas dari golongan miskin.

“Padahal garis kemiskinannya naik dari 200 ribu menjadi 300 ribu,” imbuhnya.

Soal infrastruktur, ia akan berfokus pada pengembangan kawasan wisata dan Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang menghubungkan Panggul-Munjungan-Prigi.

Jalur yang dibangun dengan APBD kabupaten ini ditargetkan menyambung dengan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang akan dibangun pemerintah antara Tulungagung hingga Pantai Prigi.

“Untuk jalan, jalan kami yang manteb sudah 80 persen. Saya fokus bagaimana tahun ini selesai Panggul-Munjungan-Prigi. Tahun depan kami sentuh daerah Pule. Di sana poros, jalur lingkar masih banyak yang rusak,” ucapnya.

Selain itu, ia juga ingin Kabupaten Trenggalek punya ruang terbuka hijau yang lebih banyak. Tidak hanya di pusat kabupaten, ke depan ruang semacam itu akan dibangun juga di desa-desa.

“Pasar Pon rencana akan dibangun, dan beberapa program bantuan dilaksanakan. Beberapa kantor dinas dikerjakan. Semoga pelayanan ke depan akan lebih baik,” ucapnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved