Kabar Tulungagung

Arab Saudi Tolak Ikan Patin dari Sungai di Vietnam, Giliran Tulungagung Kirim 240 Ton

"Kabupaten Tulungagung adalah penghasil patin terbesar. Wilayah lain belum ada yang menghasilkan patin sebanyak kita."

Arab Saudi Tolak Ikan Patin dari Sungai di Vietnam, Giliran Tulungagung Kirim 240 Ton
David Yohanes
Kiriman ikan Patin untuk pengolahan fillet patin di Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Selama pelaksanaan ibadah haji 2019, salah satu menu yang disajikan untuk jamaah haji asal Indonesia adalah ikan patin.

Total kebutuhan daging patin yang dikirim dari Indonesia mencapai 300 ton.

Dari jumlah itu, 80 persen di antaranya, atau setara 240 ton berasal dari Kabupaten Tulungagung.

“Karena Kabupaten Tulungagung adalah penghasil patin terbesar. Wilayah lain belum ada yang menghasilkan patin sebanyak kita,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Tatang Suhartono.

Daging patin yang dikirim setengahnya berupa fillet, dan setengah lainnya daging potong.

Pengiriman patin ke Arab Saudi itu atas permintaan Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), Kementerian Agama dan pengusaha di tanah suci.

Gara-gara Isu Sungai di Vietnam Tercemar, Arab Saudi Impor 300 Ton Ikan Patin dari Indonesia

Sesuai arsip berita SURYAMALANG.COM, ikan patin di Arab Saudi semula diimpor dari Vietnam. Namun, tahun lalu berkembang isu penyakit dan pencemaran di Sungai Mekong sehingga Arab Saudi melarang semua impor ikan dari Vietnam. Indonesia akhirnya menawarkan diri dan pemerintah Arab Saudi menyambut baik. 

Tatang Suhartono menyebutkan, ekspor perdana itu diharapkan menjadi langkah awal untuk menawarkan patin Indonesia ke luar negeri.

“Setelah ibadah haji belum ada lagi permintaan. Kami sedang menjajaki untuk keperluan ibadah umroh,” sambung Tatang.

Saat di puncak produksi, pembudidaya patin Tulungagung bisa menghasilkan 50 ton per hari.

Sedangkan di masa paceklik patin seperti saat ini, produksi turun sekitar 35 ton per hari.

Selama ini patin asal Tulungagung banyak digemari karena tidak berbau tanah, dan berwarna putih.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved