Arema Malang

Arema FC Buang Uang Rp 500 Juta Akibat 5 Kali Pelanggaran Suporter Berikut Ini

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris: Flare ini justru pengeluaran yang sia-sia karena secara tidak langsung pengeluaran finansial manajemen.

hayu yudha prabowo
FLARE - Oknum suporter menyalakan flare usai laga Arema FC menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (30/7/2019). Arema FC mengalahkan persib Bandung dengan skor 5-1. 

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris: Flare ini justru pengeluaran yang sia-sia sebetulnya, karena secara tidak langsung pengeluaran finansial manajemen terkuras hanya karena hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC harus membuang uang Rp 500 juta untuk membayar sanksi denda yang dijatuhkan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Semuanya akibat pelanggaran oleh aremania, suporter Arema FC.

Pertama: Kasus aremania saling lempar dengan pendukung PSS Sleman di Sleman saat pembukaan Liga 1 sehingga berbuah denda Rp 75 juta.

Kedua: Aremania menyalakan flare saat Arema FC Vs Persela Lamongan pekan ketiga sehingga didenda Rp 50 juta .

Ketiga: Saat Arema FC Vs PS Tira Persikabo, Sabtu (29/6/2019), ada aremania yang bertingkah lalu buruk sehingga Arema FC mendapat sanksi Rp 150 juta.

Keempat: Suporter menyalakan flare saat Arema FC Vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/7/2019) sehingga didenda Rp 75 juta. 

Kelima: Denda Rp 150 juta karena tingkah laku buruk suporter saat Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Kamis (15/8/2019).

"Sebenarnya soal ini selalu saya sampaikan pada aremania, setiap perilaku dan perbuatan suporter yang merugikan klub selalu kami sayangkan, bahkan soal ini saya kembalikan pada aremania. Saya juga perlu masukan untuk menanggulangi hal ini, apakah kami harus memberlakukan hukum adat?" kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, Senin (2/9/2019).

Soal flare, panpel Arema FC sudah kehabisan cara agar hal tersebut tak terulang sebab sejak awal kompetisi panpel telah mengingatkan agar tak membawa flare dan sejenisnya ketika ke stadion, namun pelanggaran yang didapat Arema kebanyakan dari flare masih terus terjadi.

"Flare ini justru pengeluaran yang sia-sia sebetulnya, karena secara tidak langsung pengeluaran finansial manajemen terkuras hanya karena hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Hanya karena emosional yang tidak bisa dikendalikan, klub harus dapat denda, kami sayangkan. Seharusnya kalau aremania ingin tim ini juara, tolonglah kami dibantu. Manajemen ini tidak bisa berdiri sendiri, harus juga ada dukungan dari suporter," jelasnya. dya ayu wulansari

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved