Kabar Tulungagung
Polres Tulungagung Usut Kasus Dugaan Penyimpangan 21 Sapi Bantuan dari Pemprov Jatim
#TULUNGAGUNG - Selain dugaan korupsi penyaluran Bansos sapi di Desa Karangrejo, polisi juga menyelidiki praktik yang sama di desa lain.
Penulis: David Yohanes | Editor: yuli
TULUNGAGUNG - Selain dugaan korupsi penyaluran Bansos sapi di Desa Karangrejo, polisi juga menyelidiki praktik yang sama di desa lain.
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung tengah menyidik kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2017, berupa bantuan sapi di Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu.
Sebelumnya seorang pendamping gapoktan berinisial DWK (31), warga desa setempat sebagai terlapor.
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim, AKP Hendi Septiadi, pihaknya sudah meminta keterangan dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pihaknya bahkan turut mendampingi dan mengantar tim BPKP untuk memeriksa lokasi kandang sapi, sesuai yang dilaporkan ke provinsi.
"Hasil pemeriksaan lapangan, apa yang dilaporkan fiktif. Sudah ada kerugian yang dinyatakan BPKP," terang Hendi, Senin (2/9/2019).
Masih menurut Hendi, kerugian dari dugaan korupsi ini sekitar Rp 100 juta.
Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan memeriksa DWK, sebelum nantinya dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan statusnya.
Selain dugaan korupsi penyaluran Bansos sapi di Desa Karangrejo, polisi juga menyelidiki praktik yang sama di desa lain.
“Ada satu desa yang sedang kami dalami, karena indikasinya terjadi hal yang sama,” sambung Hendi.
Namun Hendi tidak mengungkap, bantuan sapi di desa mana yang sedang dibidik.
Secara total, berdasarkan keterangan Dinas Peternakan Provinsi, ada 21 titik penyaluran Bansos sapi di Tulungagung.
Hendi menegaskan, nantinya seluruh titik akan diselidiki, karena kuat dugaan semuanya terjadi penyelewengan.
“Yang 19 titik lainnya nanti dulu, kami belum melakukan pendalaman yang intensif,” ujarnya.
Hasil penelusuran di lapangan, diduga yang tengah diselidiki polisi adalah penyaluran Bansos sapi di Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru.
Seluruh Bansos bermasalah ini dibawa oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dan disalurkan lewat perantara.
Karena terlalu banyak disunat, dana yang disalurkan tidak bisa dibelikan sapi.
“Ada oknum LSM juga yang terlibat dalam proses penyaluran. Mungkin saja dia ikut menikmati,” ujar seorang warga Desa Pucunglor.