Breaking News:

Kota Batu

Kota Batu Jadi Pilot Project Kesejahteraan Masyarakat

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Batu berkisar 3,89 persen. Jumlah tersebut terus berkurang.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Benni Indo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menuju ruang rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019). 

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Batu berkisar 3,89 persen. Jumlah tersebut terus berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

SURYAMALANG.COM, BATU – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadikan Kota Batu sebagai pilot project menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Menurut Khofifah, Kota Batu sukses dalam pemerataan kesejahteraan masyarakatnya. Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri acara Rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019).

“Suksesnya Kota Batu dalam pemerataan kesejahteraan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan sehingga bisa jadi model di Jawa Timur,” kata Khofifah, Selasa (3/9/2019).

Khofifah menyadari bahwa angka pengangguran di Kota Batu adalah yang terendah di Jawa Timur. Tidak hanya angka pengangguran, tapi juga kemiskinan. Menurut Khofifah, faktor wisata menjadi salah atu penunjang rendahnya angka pengangguran.

“Kota Batu ini angka penganggurannya terendah karena wisata banyak bermuculan di sini,” imbuhnya.

Khofifah pun mendorong agar daerah lain bisa meniru Kota Batu. Pasalnya, setiap daerah di Jawa Timur memiliki kekhasan tersendiri untuk mengembangkan wisatanya.

“Kalau di Kota Batu setiap munculnya wisata baru, pasti mendahulukan warga lokal untuk bekerja di tempat wisata itu. Sehingga mengurangi angka pengangguran,” urainya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Batu berkisar 3,89 persen. Jumlah tersebut terus berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

“Upaya Pemkot Batu memberikan pendampingan. Mulai dari adanya menyediakan lapangan pekerjaan, dan sebagainya,” ungkap Dewanti.

Hadirnya tempat wisata itu berimbas dengan kreativitas masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan. Kegiatan usaha juga berkembang. Saat ini banyak bermunculan kegiatan usaha baru.

Tidak hanya itu saja, Pemkot Batu juga  memanfaatkan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa untuk desa mampu mengurangi angka kemiskinan di 19 desa Kota Batu.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved