Kabar Surabaya

Mak Susi Resmi Ditahan Polda Jatim, Setelah 5 Hari Berstatus Tersangka Kasus Asrama Mahasiswa Papua

Kuasa Hukum Tri Susanti, Sahid menuturkan, penahanan yang dilakukan pihak Polda Jatim terhadap kliennya berlangsung selama kurun waktu 1 x 24 Jam.

Mak Susi Resmi Ditahan Polda Jatim, Setelah 5 Hari Berstatus Tersangka Kasus Asrama Mahasiswa Papua
TRIBUN JATIM/LUHUR PAMBUDI
Tri Susanti dan kuasa hukumnya, Sahid di Mapolda Jatim. Perempuan yang akrab dipanggil Mak Susi itu resmi ditahan oleh Polda Jatim, Selasa (3/9/2019) dini hari 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim atas kasus ujaran kebencian dan provokasi, Tri Susanti alias Susi atau Mak Susi kini resmi ditahan di Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019) dini hari.

Kuasa Hukum Tri Susanti, Sahid menuturkan, penahanan yang dilakukan pihak Polda Jatim terhadap kliennya berlangsung selama kurun waktu 1 x 24 Jam.

"Ya sementara Bu Susi ada penangkapan atau penahanan 1 kali 24 jam," katanya saat ditemui awak media di depan Gedung Siber Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019).

BERITA AREMA POPULER Hari Ini, Minat Beli Tiket Online Rendah & Total Penghasilan Arema dari Tiket

Kronologi Bentrok Suporter Persik Kediri Vs PSIM Yogya Versi Panpel Persik Kediri, Widodo

Buntut Pertemuan Nikita Mirzani dan Elza Syarief di Acara Hotman Paris, Nama sang Pengacara Terseret

Sahid memastikan, kliennya itu siap menjalani proses penahanan sementara yang dilakukan Polda Jatim.

"Kondisi Bu Susi sehat alhamdulillah, dia tegar dan udah siap dengan keadaan seperti ini," ujarnya.

Senin (2/9/2019) kemarin, sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB, Susi diperiksa sebagai tersangka di Ruang Siber Ditreskrimsus Mapolda Jatim.

Pemeriksaan itu, lanjut Sahid, merupakan pemeriksaan ketiga setelah, Jumat (30/9/2019) kemarin yang seharusnya menjadi sesi kedua pemeriksaan terhadapnya, justru Susi mangkir, karena Sakit akibat kelelahan.

Sahid menuturkan, kliennya selama kurun waktu 12 jam di ruang penyidik dicecar 37 pertanyaan.

"Mengenai kegiatan tanggal 14 sampai 15, 16, 17 dan seputar masalah bendera yang patah, terus masalah tanggal 16 hari jumat jam 1 siang kejadiannya kan di situ," tukasnya.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved