Universitas Brawijaya Malang

Universitas Brawijaya (UB) Malang Dapat HIbah Kandang Closed House dari PT CPI

hibah kandang Closed House beserta peralatannya kepada Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Universitas Brawijaya (UB) Malang Dapat HIbah Kandang Closed House dari PT CPI
Benni Indo
Penandatangan kerjasama hibah Kandang Closed House dan peralatannya di Laboratorium Lapang Peternakan Sumber Sekar Universitas Brawijaya yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama untuk pembangunannya, Selasa (3/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU -  PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) sebagai pelopor industri perunggasan ayam Petelur (Layer) di Indonesia yang telah lama mempergunakan tekhnologi Closed House dan sangat peduli dengan pendidikan memberikan hibah kandang Closed House beserta peralatannya kepada Universitas Brawijaya (UB) Malang.

PT CPI juga berkomitmen berperan aktif memberikan pendampingan dalam pengelolaan Kandang closed house.

Hal itu ditegaskan Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia Andi Magdalena. Dijelaskan Magdalena, dewasa ini peternak ayam petelur (Layer) menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan produksi secara signifikan. Teknologi ini dinamakan closed house system. 

“Kandang layer closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi atau kontak dengan organisme lain, dengan pengaturan ventilasi udara yang baik sehingga mengurangi stres pada ternak,” ujar Magdalena, Selasa (3/9/2019). 

Closed House memang bertujuan untuk menyediakan udara dan iklim yang kondusif bagi ternak sehingga meminimalisasi tingkat stress. Ditegaskan Magdalena, Closed House adalah teknologi terkini di dunia peternakan unggas. 

Dengan dihibahkannya sarana tersebut, Magdalena berharap bisa memberi dampak positif terhadap dunia pendidikan dan industri perunggasan yang digagas oleh Universitas Brawijaya. 

“Dengan menggunakan cara Closed House keuntungannya jumlah produksi meningkat, serta efisiensi tenaga kerja. Paslnya, semua peralatan dijalankan oleh motor, angka kematian rendah, dan suhu ruang dapat dikontrol,” terangnya. 

Sedangkan kerugiannya antara lain biaya investasi yang besar, membutuhkan sumber listrik tinggi dan generator cadangan, memerlukan keterampilan tinggi, dan pengetahuan yang luas secara teknik. 

Secara simbolis, penyerahan itu berlangsung di di Laboratorium Lapang Peternakan, Sumbersekar, Dau, Kabupaten Malang. Juga dilaksanakan penandatangan kerjasama hibah Kandang Closed House dan peralatannya yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama untuk pembangunannya. 

“Dengan adanya kandang Closed House ini, diharapkan mahasiswa perguruan tinggi dapat memiliki sarana dan prasarana belajar yang akan digunakan sebagai arena belajar,” harap Magdalena. 

Rektor Universitas Brawijaya Profesor Nuhfil Hanani menyambut baik kerjasama dengan PT CPI. Katanya, kolaborasi antara dunia industri dengan dunia pendidikan sangat penting. 

“Kalau lulusan berkualitas, maka saat dipakai industri, juga berkualitas. Juga ada penelitian yang hasilnya bisa dipakai indsutri sehingga industri bisa tumbuh. Baguslah kalau begitu,” ujar Nuhfil.

Kata Nuhfil, kehidupan masyarakat di Indonesia sangat erat dengan dunia peternakan, pertanian serta perikanan. Oleh sebab itu, dengan adanya perlatan serta dukungan dari dunia industri, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga bisa mengelola usahanya tambah baik. Sehingga pendapatannya juga meningkat,” kata Nuhfil.

Dalam acara itu, juga turut hadir Kepala Dinas Peternakan Prov Jawa timur Wemmi Niamawati, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Profesor Suyadi,  perwakilan dari PT Charoen Pokphand Indonesia, serta sejumlah akademisi Universitas Brawijaya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved