Kota Batu

Gubernur Khofifah Soroti Angka Stunting Kota Batu yang Mencapai 28 Persen

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyoroti masalah stunting di Kota Batu yang mencapai angka 28 persen.

Gubernur Khofifah Soroti Angka Stunting Kota Batu yang Mencapai 28 Persen
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyoroti masalah stunting di Kota Batu yang mencapai angka 28 persen.

Khofifah mengingatkan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan para pendamping profesional masyarakat desa agar bersama-sama menurunkan angka stunting.

“Hari ini angka stunting kita masih terbilang tinggi. Masih 32,6 persen,” kata Khofifah saat membuka acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Klub Bunga, Kota Batu, Selasa (3/9/2019).

Khofifah ingin Kota Batu memiliki program yang fokus untuk dijadikan penajaman di setiap desa yang nantinya bisa dijadikan upaya serius untuk bisa menekan angka stunting di Batu dan Jawa Timur secara keseluruhan.

“Makanya ada bidan desa di rakor ini. Saya ingin supaya nanti antar elemen bisa sinergi dengan PKK, dan kepala desa agar semua fokus dua hal. Penurunan kemiskinan dan penurunan stunting,” ucap mantan menteri Sosial RI ini.

Rakor ini dihadiri 3.871 orang tenaga profesional pendamping desa yang terdiri dari tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, pendamping lokal desa, pendamping desa teknik infrastruktur, dan pendamping desa pemberdayaan.

“Stunting banyak menjadi sorotan dunia. Tapi bukan karena disorot kita bekerja.”

“Semakin banyak yang stunting maka artinya kita menyiapkan masa depan yang gelap dan suram,” tegas Khofifah.

Sebab anak yang stunting bukan hanya kerdil secara fisik. Namun kapasitas otaknya juga mengalami kekerdilan.

Sehingga sumber daya manusia di daerah tersebut akan menurun jauh.

Di sisi lain, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan pihaknya sudah berupaya keras dalam rangka menurunkan angka stunting di Kota Batu.

Bahkan pemerintah mengalokasikan khusus anggaran sebesar 20 persen dari APBD Kota Batu untuk menambah gizi dan nutrisi balita hingga usia sekolah, dan sosialisasi tentang persiapan calon ibu.

“Memang angka stuntingnya di seluruh Indonesia masih tinggi. Untuk itu kita terus melakukan upaya menyiapkan calon ibu bahkan sebelum menikah.”

“Tentang bagaimana menjaga organ reproduksi, pembekalan sebelum hamil dan juga cara membesarkan anak dengan kecukupan gizi,” ucap Dewanti.

“Kami alokasikan banyak anggaran dan lintas dinas. Ada di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan dinas lain. Ada kalau total 20 persen dari anggaran total belanja Kota Batu,” terang Dewanti Rumpoko.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved