Kabar Surabaya

Samsul Pakai Alamat Bibi di Jember untuk Terima Barang dari Malaysia, Ternyata 1 Kg Sabu

Samsul Pakai Alamat Bibi di Jember untuk Terima Barang dari Malaysia, Ternyata 1 Kg Sabu-sabu

Samsul Pakai Alamat Bibi di Jember untuk Terima Barang dari Malaysia, Ternyata 1 Kg Sabu
Syamsul Arifin
Kurir sabu-sabu dari Malaysia bernama Samsul Hadi saat diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/9/2019). 

Samsul Pakai Alamat Bibi di Jember untuk Terima Barang dari Malaysia, Ternyata 1 Kg Sabu-sabu

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengiriman sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia terus terjadi. Ironisnya, barang haram itu sering lolos dari pantauan aparat Malaysia dan baru dipergoki oleh aparat Indonesia. 

Kali ini, pengiriman sabu-sabu melibatkan kurir bernama Samsul Hadi yang kemudian diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/9/2019).  

Saat sidang, saksi Aris Sunandar, petugas operasional kapal, menerangkan bahwa dirinya mengurusi paket kiriman berupa dua kardus.  

"Petugas Bea Cukai datang mencurigai dua kardus dan membuka isinya, ternyata ada sabu-sabu," ujar Aris Sunandar. 

Saksi lain bernama Kasidah, bibi terdakwa Samsul Hadi, mengaku tidak tahu menahu bahwa dua kardus yang dikirim ke rumahnya ternyata berisi sabu-sabu. Awalnya, dia diberitahu keponakannya bahwa isinya adalah bahan bangunan. 

"Saya tidak tahu apa itu sabu-sabu. Begitu keponakan saya datang langsung ditangkap sama orang yang mengantar kardusnya," ucapnya.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Syamsul Arifin, menyatakan bahwa sebenarnya kliennya hanya korban dari perdagangan narkoba.

Samsul Hadi hanya dititipi dan diberi uang Rp 2 juta untuk mengantar sabu-sabu ke Surabaya. 

"Dia hanya korban yang karena ketidaktahuannya dimanfaatkan jaringan narkoba untuk mengambil sabu-sabu," katanya. 

Diketahui, terdakwa bersama dua rekannya yang kini masih buron, Jahuri dan Abdur Rachman, hendak menyelundupkan sabu-sabu yang dicampur dengan bahan bangunan dalam dua kardus. 

Kedua kardus itu lalu dipaketkan melalui jasa ekspedisi ke Indonesia. Mereka sepakat, paket itu ditujukan ke alamat bibi terdakwa di Jember. Terdakwa sendiri yang akan menerimanya.

Selanjutnya, terdakwa terbang menuju Jember naik pesawat untuk menerima paket tersebut. Kepada bibinya, Kasidah, terdakwa menyatakan akan ada paket yang dikirim ke alamat rumahnya. Paket itu berisi bahan bangunan. 

Dia meminta bibinya agar menghubunginya saat ada petugas ekspedisi yang mengirim paket tersebut. Hadi ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat menerima paket tersebut di rumah bibinya JemberSyamsul Arifin 

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved