Malang Raya

Strategi Suami Istri di Malang Bermodal Rp 170.000 Tahun 2016 Hasilkan Omzet Jutaan Rupiah per Hari

Tak ingin hidup hanya mengandalkan gaji suami, Ernawati mulai berangan merintis usaha. Bersama suami, ia pun mulai memasak cemilan lumpia.

Strategi Suami Istri di Malang Bermodal Rp 170.000 Tahun 2016 Hasilkan Omzet Jutaan Rupiah per Hari
Erwin
Pasangan suami istri, Noer Amin Hidayatullah (31) dan Ernawati Agustina (28) asal Dusun Turi, Desa Kepuharjo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, bahu membahu mengembangkan bisnis makanan beku sejak tahun 2016. 

SURYAMALANG.COM - Pasangan suami istri, Noer Amin Hidayatullah (31) dan Ernawati Agustina (28) asal Dusun Turi, Desa Kepuharjo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, bahu membahu mengembangkan bisnis makanan beku sejak tahun 2016.

Motivasi ingin mendapatkan penghasilan tambahan, dibarengi dengan minat berbisnis yang kuat, menjadikan Ernawati dan suami mantap menjalankan usaha hingga kini.

Ernawati tak bisa melupakan awal mula ia bersama suami memulai bisnis. Kala itu, Amin masih bekerja sebagai juru masak di salah satu hotel terkemuka di Kota Batu.

Tak ingin hidup hanya mengandalkan gaji suami, Ernawati mulai berangan merintis usaha. Bersama suami, ia pun mulai memasak cemilan lumpia. Cemilan yang tak asing bagi para penyuka kuliner.

Awalnya, kudapan berisi potongan sayur, digoreng dan disajikan dengan saus tauco tersebut, ia jual ke teman-temannya dengan cara Pre Order (PO) sesuai pesanan.

"Kala itu kami berpikir bagaimana caranya punya penghasilan tambahan. Gaji suami ngepas. Gak ada cadangan buat menabung. Karena saya suka lumpia, akhirnya saya dan suami mencoba membuat lumpia. Awalnya kami jual ketika ada pesanan," terang wanita lulusan S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang ketika ditemui di rumahnya, Kamis (5/9/2019).

Modal awal Rp 170 ribu menjadi saksi bisu awal mula usaha lumpia Ernawati bersama suami. Modal tersebut digunakan untuk memenuhi pesanan 20 pack lumpia. 

"Kami berpikir terlebih dahulu cemilan apa yang tak tergerus zaman. Akhirnya kami pilih lumpia," ujar wanita yang akrab disapa Erna itu.

Setelah teman-temannya merasakan lumpia pesanannya, Erna semringah mendapat respon baik. Kemudian ia mencoba mempromosikan dagangannya melalui media sosial Facebook.

Keputusannya merambah media sosial Facebook sebagai sarana promosi berbuah tepat. Di sanalah ia mendapat tawaran dari seseorang yang menawarkan diri sebagai reseller dan agen produknya. 

Halaman
123
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved