Breaking News:

Pilbup Malang 2020

Ketua Pertina Kota Malang dan Anak Tukang Tambal Ban Ingin Jadi Bupati Malang Lewat PDI Perjuangan

PILBUP MALANG 2020 - Ketua Pertina Kota Malang dan Anak Tukang Tambal Ban Ingin Jadi Bupati Malang Lewat PDI Perjuangan

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Erwin
Pengusaha asal Malang, Wiebie Dwi Andriyas, mendaftar ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang jelang Pilkada Kabupaten Malang 2020, Jumat (6/9/2019). Wiebie Dwi Andriyas berniat mendapat tiket PDIP untuk memimpin wilayah yang memiliki 33 kecamatan ini. 

PILBUP MALANG 2020 - Ketua Pertina Kota Malang dan Anak Tukang Tambal Ban Ingin Jadi Bupati Malang Lewat PDI Perjuangan

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pengusaha asal Malang, Wiebie Dwi Andriyas, mendaftar bakal calon Bupati Malang 2020 melalui PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat (6/9/2019).

Wiebie ke kantor PDIP di Kepanjen sekira pukul 09.30. Ia datang sendirian, kemudian disambut petugas partai berlambang banteng itu.

Pengusaha NZR Group itu sempat bertanya berkas apa saja yang harus ke pengurus PDI Perjuangan.

“Saya putra daerah. Tentunya apa yang sudah baik di Kabupaten Malang, saya punya visi untuk semakin meningkatkannya, baik itu pariwisata, pendidikan, ekonomi dan pengembangan desa," tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang ini.

Tak berselang lama, sekitar pukul 10.30, kantor PDI Perjuangan Kabupaten Malang juga didatangi pendaftar lain: Wahyu Eko Setiawan.

Sekda Pemkab Malang Bilang, PDI Perjuangan ada di Hati Saya

Wahyu Eko Setiawan saat mendatangi kantor PDIP Kabupaten Malang, Kepanjen, 6 September 2019. Anak tukang tambal ban yang kini berjualan barang antik itu ingin menjadi Bupati Malang 2020.
Wahyu Eko Setiawan saat mendatangi kantor PDIP Kabupaten Malang, Kepanjen, 6 September 2019. Anak tukang tambal ban yang kini berjualan barang antik itu ingin menjadi Bupati Malang 2020. (Erwin)

Pria kelahiran Mojokerto 38 tahun silam tersebut mengaku, awalnya berniat mencalonkan diri lewat jalur independen. Namun, anak tukang tambal ban ini akhirnya memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya.

"Saya mendatar sebagai calon Bupati Malang. Awalnya saya mau maju lewat jalur independen,  tapi saya kurang memenuhi dukungan pengumpulan KTP. Saya tak bisa penuhi syarat pengumpulan 140 ribu KTP. Mau nggak mau ya akhirnya harus menggunakan kendaraan partai," ujar pria yang berprofesi sebagai penjual barang antik itu.

Pria yang mengaku pernah berjalan kaki dari Malang menuju Jakarta guna menemui Megawati Soekarnoputri tersebut, ingin Pemerintah Kabupaten Malang bebas dari praktik korupsi.

"Sebagai kader PDIP, pemimpin harus memiliki semangat nasionalisme dan antikorupsi," ujar Wahyu yang jadi kader PDI Perjuangan sejak 1998. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved