Nasional

Pamit PKL di Pelabuhan Benoa, Bali 9 Tahun Lalu, Siswa SMK Bantul Ini Hilang Sampai Sekarang

Agiel Ramadhan Putra menghilang dan tidak pernah ditemukan selama 9 tahun.

Pamit PKL di Pelabuhan Benoa, Bali 9 Tahun Lalu, Siswa SMK Bantul Ini Hilang Sampai Sekarang
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Lucia Martini menunjukkan sertifikat Ignatius Leyola Andinta Denny Murdani yang hilang kontak saat PKL di Bali oleh SMKN 1 Sanden, Bantul. 

SURYAMALANG.COM - Agiel Ramadhan Putra menghilang dan tidak pernah ditemukan selama 9 tahun.

Agiel merupakan satu dari tiga siswa SMKN 1 Sanden, Bantul Yogyakarta yang hilang setelah berangkat Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pelabuhan Benoa, Bali.

Tiga siswa ini sampai sekarang tidak diketahui nasibnya karena kapal yang ditumpanginya hilang.

Ayah Agiel, Riswanto Hadiyasa mengatakan waktu itu Agiel masih kelas 2 SMK, dan akan berangkat PKL.

Riswanto dan puluhan orang tua siswa lain diundang oleh pihak sekolah untuk mendapat sosialisasi.

Dalam sosialisasi itu, Kepala smkn 1 Sanden, Ahmad Fuadi menyampaikan sebenarnya PKL yang resmi dilaksanakan di Pekalongan, Jateng selama tiga bulan.

Namun, PKL dilaksanakan di Tanjung Benoa, Bali, selama tiga bulan dengan alasan di sana merupakan pelabuhan internasional.

Selain itu, anak-anak akan mendapat uang Rp 4 sampai Rp 8 juta.

Dalam sosialisasi juga diperkenalkan seseorang yang bernama Mugiri yang disebut sebagai guru pembimbing.

Namun, belakangan diketahui bahwa Mugiri adalah calo tenaga kerja.

Halaman
1234
Editor: Zainuddin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved