Malang
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Kisah Andreas Tampubolon dan Kasus Kebakaran di Kota Malang
Berikut ini rangkuman berita Malang populer hari ini, Minggu 8 September 2019 yang dihimpun SURYAMALANG.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Berikut ini rangkuman berita Malang populer hari ini, Minggu 8 September 2019 yang dihimpun SURYAMALANG.
Berita Malang hari ini mencakup kisah kehidupan Andreas Tampubolon, siswa SMK Malang yang viral karena thread Twitter.
Selain itu ada juga kumpulan kasus kebakaran yang terjadi di kota Malang.
Berikut rangkuman berita Malang hari ini.
1. Kebakaran di Kota Malang
Ada tujuh kebakaran di Kota Malang selama Agustus 2019.
Kebakaran tersebut melanda di sejumlah daerah, seperti di Jalan Mergan, Jalan Borobudur, Jalan kelapa sawit di Jalan Raya Gadang, Jalan Peltu Sujono, Jalan Jakarta Dalam, dan kebakaran lahan di Sukun.
“Dari bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 72 juta. Dampak kemarau ini semakin terasa, akibatnya kebakaran semakin marak terjadi, dan meluluhlantakkan lahan maupun rumah warga,” ucap Handi Priyanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu.
Umumnya kebakaran selama kemarau disebabkan kelalaian manusia dan hubungan arus pendek listrik.
Seperti kebakaran lahan kosong di Mergan yang diakibatkan buang puntung rokok sembarangan.
Dari hasil temuan BPBD Kota Malang di rumah yang terbakar, banyak ditemui penggunaan stop kontak dengan ekstensi yang bertumpuk-tumpuk seperti kabel tak ber-SNI.
“Hal sekecil apapun bisa saja memicu api. Karena kondisinya saat ini kering.”
“Jadi janganlah buang putung rokok sembarangan,” ujarnya.
BPBD Kota Malang mencatat ada 129 bencana selama tahun 2019.
44 di antaranya adalah kasus kebakaran.
Kebakaran menempati urutan pertama penyumbang 34 persen kasus bencana di Kota Malang.
2. Rencana Sutiaji Berkantor di 5 Kecamatan
Wali Kota Malang, Sutiaji berencana berkantor di lima kecamatan untuk melihat secara langsung pendidikan karakter di setiap sekolah-sekolah.
“Jadi kantornya tidak hanya di sini (Balai Kota Malang, red.), tapi di setiap kecamatan.”
“Selain untuk monitoring langsung pelayanan publik di wilayah, itu juga akan dimanfaatkan untuk memonitor perkembangan pendidikan karakter di sekolah-sekolah,” kata Sutiaji saat memberi sambutan di Workshop Insersi Pendidikan Anti Korupsi di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Sabtu (7/9/2019).
Sutiaji mengingatkan agar para guru memulai melawan korupsi dengan pendidikan karakter.
Menurutnya, pendidikan karakter menjadi pondasi penting dalam membangun budaya anti korupsi.
Terutama melalui pendidikan non calistung untuk lebih menguatkan karakter pada siswa siswa di kelas 1 dan 2 sekolah dasar.
“Itu yang harus kita kuatkan, karena secara alamiah manusia memiliki sifat rakus, merasa kurang dan kurang.”
“Sifat itulah yang menjadikan lahirnya perilaku korup. Kuncinya adalah dengan menguatkan karakter,” ujarnya.
Kata Sutiaji, penguatan karakter juga ditentukan oleh lingkungan sekitar.
Oleh karena itu pendidikan karakter ini menjadi aset ke depan yang harus dijaga dan harus menjadi tanggung jawab bersama.
3. Andreas Tampubolon, Siswa SMK yang Viral Karena Thread Twitter
Kisah Andreas viral di Twitter setelah gurunya membagikan thread.
Dalam thread itu, sang guru mengungkap Andre yang terpaksa tidur di ruang OSIS sekolah lantaran ditinggal orang tuanya.
Andre mempunyai keahlian di bidang komputer dan jaringan.
Bahkan Andre membuka jasa service komputer yang kelola bersama temannya.
“Saya belajar dari melihat kakak teman saya. Saya menirukan, dan ternyata bisa,” ujar Andre kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (7/9/2019).
Dulu Andre tinggal dengan cara mengontrak rumah bersama orang tua di Desa Wendit, Kabupaten Malang.
Namun sejak pertengahan kelas IX, Andre ditinggal orang tuanya yang terlibat masalah keuangan.
Andre menyebut ketika masa kontrakan rumah habis itulah yang menjadi masalah tersulit yang pernah dihadapinya.
Kemudian dia mengontak teman-temannya agar mendapat pertolongan.
“Ada teman yang menawari saya kerja membantu kakaknya yang punya usaha di bidang komputer. Saya tinggal di sana selama dua bulan,” cerita dia.
Kemudian Andre memutuskan untuk meninggalkan rumah temannya itu karena tidak enak terlalu lama menumpang.
Beruntung, guru di SMK Widyagama membolehkan ruang OSIS dipakai untuk tidur.
Ruang OSIS tempat tidur Andre cukup luas. Ia tidur di sebuah kasur.
Baju miliknya disimpan di dalam sebuah laci besar. Sementara buku-buku, ditata di meja.
Sehari-hari Andre menjalani aktivitasnya secara normal seperti kebanyakan pelajar lain.
Pagi hari, dia mandi kemudian sarapan dengan makanan seadanya. Hari-hari di sekolah, dia lalui seperti biasa.
“Tidak ada kesulitan. Sama saja seperti yang lain,” ucapnya.
Andre membeli makanan menggunakan uang pribadinya yang diperoleh dari jasa service.
Kadang dia mendapat kiriman makanan dari teman maupun gurunya.
“Teman-teman dan guru sangat baik. Saya bersyukur sekali,” kata Andre.
Jika lulus nanti, Andre berharap mendapat beasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan.
“Kalau dapat beasiswa saya mau ambil. Kalau tidak, mungkin langsung kerja saja,” ujarnya.
Andre dikenal sosok pribadi yang tegar dan tidak mau meyerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/andreas-oktaviandi-tampubolon-15-pelajar-kelas-x-smk-di-kota-malang.jpg)