Kabar Sumenep

300 Ton Tembakau Sumenep Terancam Tak Terbeli, Petani Bingung, Pejabat Janji Cari Solusi

#SUMENEP - Sedikitnya 300 ton tembakau petani di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, terancam tak terbeli.

300 Ton Tembakau Sumenep Terancam Tak Terbeli, Petani Bingung, Pejabat Janji Cari Solusi
Tribun Madura / Kuswanto Ferdian
Petani tembakau Pamekasan, Pulau Madura. 

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Sedikitnya 300  ton tembakau petani di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, terancam tak terbeli.

Selain karena sebagian gudang pembelian tembakau di Sumenep tutup, juga banyak gudang pabrik rokok yang membuka perwakilan di Madura membatasi jumlah pembelian tembakau dari Madura.

Suharyono (43), Ketua Paguyuban Petani Tembakau Rakyat Sumenep (PTRS) mengungkapkan, saat ini para petani tembakau baik tembakau di daerah pegunungan ataupun tembakau di lahan persawahan kebingungan. Karena kendati tembakaunya sudah dipanen dan telah selesai dirajang, namun ternyata tembakau mangkrak tak terbeli. 

“Kendati ada bandul atau pedagang tembakau yang datang melihat hasil tembakau petani, sangat jarang bisa langsung menbeli tembakau. Bahkan ada yang hanya datang menjenguk hasil tani rakyat,” kata Suharyono, kepada SuryaMalang.com, Senin (9/9/2019).

Bupati Pamekasan Temui Demonstran, Tunjukkan SMS Berisi Alasan Sebut Demo Bayaran

Dikatakan, kendati ada beberapa pedagang yang menyatakan akan membeli tembakau hasil panennya, namun ternyata harga yang ditawarkan kepada petani jauh dari layak harga tembakau. Karena pedagang hanya berani membeli tembakau di bawah Rp 30 ribu perkilogramnya. 

“Kalaupun ada pedagang yang datang, tapi dengan seenaknya menawar harga tembakau milik petani dengan hanya harga Rp 28.000 per kilonya. Sungguh tidak layak karena jauh di bawah modal dan kerja petani tembakau,’’ sambung Suharyono.

Suharyono berharap pemerintah, khususnya Dinas Pertanian Kehutanan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortibun ) untuk mencarikan solusi hasil tembakau petani. Karena kasihan petani tembakau tahun ini tidak mendapatkan hasil kerja kerasnya.

"Kalau tahun lalu, semua jenis tembakau ludes dibeli oleh pabrikan rokok. Tapi kenapa tahun ini banyak yang tidak beli tembakau,’’ imbuhnya.

Kepala Dinas Dispertahortbun melalui Kepala Dinsa Perkebunan, Dispertahortbun Sumenep, Abd Hamid, berharap masyarakat tidak putus harapan dan terus berupaya menjual hasil pertaniannya.

“Kalau di Sumenep semua gudang pembelian tembakau tutup, kami harus cari solusi ke Pamekasan. Insyallah gudang pembelian tembakau di Pamekasan masih banyak yang buka. Jadi kita cari tempat yang kira-kira masih beli tembakau,” kata Hamid.

Pihaknya juga dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan perwakilan pembelian tembakau di Sumenep, untuk mencari tahu mengapa sejumlah gudang pembelian tembakau tutup. Padahal saat ini musim panen tembakau masih berlangsung.

Penulis: Moh Rivai
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved