Kabar Jember

Polisi Jember Tembak Mati Hotip alias Tiger dalam Usia 49 Tahun, Berikut Ini Alasannya

Polisi Jember menembak mati Hotip alias Tiger, warga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jember, dalam usia 49 tahun, Minggu (8/9/2019) malam.

Polisi Jember Tembak Mati Hotip alias Tiger dalam Usia 49 Tahun, Berikut Ini Alasannya
sri wahyunik
Polisi Jember menembak mati Hotip alias Tiger, warga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jember, dalam usia 49 tahun, Minggu (8/9/2019) malam. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Polisi Jember menembak mati Hotip alias Tiger, warga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jember, dalam usia 49 tahun, Minggu (8/9/2019) malam.

Hotip tewas dalam upaya penyelamatan di RSD dr Soebandi Jember.

Polisi sempat mengeluarkan tembakan karena Hotip melawan saat personel dari Polsek Patrang hendak menangkapnya.

Polisi menengarai Hotip sebagai perampok di sejumlah rumah di Kecamatan Patrang. Salah satunya di sebuah rumah Jl Supriadi Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang pada Juli lalu.

Pada bulan itu, menurut polisi, Hotip diduga kuat masuk rumah itu ketika pemilik rumahnya sedang tidur. Hotip membuka paksa pintu rumah memakai linggis. Dalam setiap aksinya, dia juga selalu membawa senjata tajam.

Dari rumah tersebut, dia mencuri ponsel. Pemilik rumah yang mengetahui rumahnya kemalingan, kemudian melapor ke Mapolsek Patrang. Dari penyelidikan, diketahui jika sebuah ponsel yang dicuri berada di sebuah konter ponsel. Dari situlah, penelusuran polisi menuntun kepada Hotip.

Hingga akhirnya dilakukan upaya penangkapan pada Minggu (8/9/2019) malam di rumahnya di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa.

"Namun tersangka melawan. Dia memakai senjata tajam, juga berusaha merebut senjata api milik anggota. Akhirnya anggota POlri menggunakan tindakan tegas dan terukur yakni mengeluarkan tembakan. Tindakan tegas itu sudah diatur dalam Peraturan Kapolri," tegas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam rilis di Mapolres Jember, Senin (9/9/2019).

Bahkan seorang anggota Unit Reskrim Polsek Patrang terluka di bagian wajah akibat perebutan senjata tersebut.

Anggota Polri lantar mengeluarkan tembakan ke arah Hotip. Setelah tidak lagi melawan, polisi membawa Hotip ke RSD dr Soebandi Jember. Namun dalam upaya penyelamatan, lelaki itu menghembuskan nafas terakhir.

Dari Polsek Patrang, Hotip melakukan sejumlah tindak pencurian di wilayah hukum Polsek Patrang. Pencurian dengan pemberatan atau oleh masyarakat Jawa disebut perampokan, antara lain terjadi di dua rumah di Kelurahan Patrang, dua rumah Kelurahan Slawu, serta satu rumah di Kelurahan Baratan. Semuanya terjadi sejak bulan Januari 2019 lalu hingga terakhir 13 Agustus 2019.

"Namun selain mencuri di wilayah hukum Polsek Patrang, dia juga lima kali mendapatkan vonis dalam kejahatan serupa di tahun sebelumnya. Vonis antara lain dari wilayah hukum Bondowoso, Banyuwangi, juga Jember," imbuh Kusworo.

Kusworo menegaskan, Hotip merupakan residivis yang kejam. Lelaki itu selalu membawa senjata tajam dan linggis dalam aksinya. "Dia juga tidak segan melukai korbannya jika korban memergoki aksi lelaki ini," pungkas Kusworo.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved