Media Sosial

Viral Bocah Tewas Dibully Teman Bermain, Sang Ibu Beberkan Kronologis Kematian Fatir Ahmad

Belakangan muncul foto-foto dan kisah dari akun bernama Fatir Ahmad di facebook yang menunjukkan jika si bocah telah meninggal dunia dan dimakamkan

Viral Bocah Tewas Dibully Teman Bermain, Sang Ibu Beberkan Kronologis Kematian Fatir Ahmad
Kolase - Facebook
Fatir Ahmad, bocah 6 tahun meninggal dunia diduga karena dibully teman bermainnya. Kabar tentang bocah ini sempat viral di media sosial 

SURYAMALANG.COM - Kisah bocah bernama Fatir Ahmad yang meninggal dunia diduga karena dibully teman mainnya di Bekasi sempat menjadi viral di media sosial.

Bermula dari munculnya video seorang bocah yang merintih kesakitan di rumah sakit dengan selang infus dan selang oksigen pernafasan tampak terpasang di tubuh bocah itu.

Bocah yang merintih kesakitan itu disebut bernama Fatir Ahmad.

Kecelakaan Innova Vs Bus Mira, Satu dari Tiga Korban Tewas Ternyata Mahasiswa asal Ponorogo

Jadi Anak Pebisnis & Cucu Presiden Jokowi, Segini Rincian Biaya Kursus Musik Jan Ethes, Terjangkau

Jarang Diekspos, Angel Lelga Pamer Foto Putrinya Hasil Pernikahan dengan Pejabat, Keterlaluan Cantik

Belakangan muncul foto-foto dan kisah dari akun bernama Fatir Ahmad di facebook yang menunjukkan jika si bocah telah meninggal dunia dan dimakamkan.

Bocah ganteng itu diduga tewas karena dibully oleh teman bermainnya meski sempat dirawat di rumah sakit.

Tribuncirebon.com (Grup SURYAMALANG.COM) yang menelusuri informasi viral di media sosial itu berhasil bertemu dengan orangtua Fatir Ahmad.

Sri Ani Lestari (38) ibu bocah almarhum Fatir Ahmad membenarkan kejadian yang menimpa anak lelakinya itu.

Ia ditemui di sebuah rumah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Sri Ani Lestari (38) ibu almarhum Fatir Ahmad, korban bullying teman sepermainannya mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019).
Sri Ani Lestari (38) ibu almarhum Fatir Ahmad, korban bullying teman sepermainannya mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Ani, panggilan Sri Ani mengungkap awal kronologis awal anaknya dipukul, Senin (9/9/2019).

Ani menceritakan, saat itu sekitar 15.00 WIB pada akhir bulan Agustus ia melihat korban sedang bermain dengan beberapa teman di kompleksnya.

Halaman
1234
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved