Kabar Surabaya

Aparat Surabaya Musnahkan 9 Kontainer Barang Impor Senilai Rp 8 Miliar, Mayoritas dari China

Alasannya, barang-barang impor itu ilegal jarena tidak sesuai izin. Bentuknya, raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas dengan

Aparat Surabaya Musnahkan 9 Kontainer Barang Impor Senilai Rp 8 Miliar, Mayoritas dari China

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan memusnahkan barang-barang impor di kompleks pergudangan wilayah Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Alasannya, barang-barang impor itu ilegal jarena tidak sesuai izin. Bentuknya, raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas dengan jumlah total 9 kontainer.

Sejumlah raket nyamuk elektrik berwarna-warni terlihat paling banyak diletakkan berjejer di atas terpal berwarna hitam, kemudian dilindas oleh alat berat.

Tidak hanya itu, barang lainnya seperti korek api juga dimusnahkan dengan cara dibakar.

Jilatan api yang menyala-nyala itu dengan cepat menghanguskan barang itu hingga tidak dapat digunakan kembali.

"Rata-rata berasal dari China. Kalau ditotal kurang lebih Rp 8 miliar," ujar Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan tertib Niaga (PKTN), Veri Anggrijono.

Barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) selama delapan bulan.

Katanya, barang-barang impor itu didapatkan dari enam importir asal Surabaya.

Langsung saja diberikan sanksi awal yaitu pemusnahan. Selanjutnya akan meemriksa terhadap importir itu.

Sejak Februari 2018, pengawasan bergeser dari border dan post border dalam rangka memberi kemudahan bagi para pelaku usaha untuk menjalankan usahanya.

Tetapi kemudahan itu dimanfaatkan oleh oknum importir tidak bertanggungjawab.

"Kegiatan pemusnahan ini merupakan kegiatan pengawasan dari importasi post border," katanya.

Jenis pelanggaran yang dilakukan importir tersebut adalah kelengkapan izin impor tidak sesuai ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor.

"Seperti surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor," terangnya.  WILLY ABRAHAM

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved