Cara Menulis Pesan di WhatsApp Tanpa Mengetik, Cukup Pakai Suara, Ikuti 6 Langkah Mudah Ini
Cara menulis pesan di WhatsApp tanpa mengetik, cukup pakai suara, ikuti 6 langkah mudah ini.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Cara menulis pesan di WhatsApp tanpa mengetik kini sudah bisa diaplikasikan di gadget.
Sebab kini WhatsApp telah menyediakan fitur mikrofon yang mampu merekam perintah suara untuk berkirim pesan.
Tentunya fitur mikrofon WhatsApp sangat efektif bagi kamu yang super sibuk atau malas mengetik dengan jari.
Fitur ini layaknya seperti fitur 'OK GOOGLE', hanya dengan mengeluarkan suara, aplikasi WhatsApp akan menangkap sensor suara dan kemudian memindainya sebagai tulisan pesan.
• Ucapan Terakhir Penumpang Innova Sebelum Tabrak Bus Mira di Nganjuk, Ternyata Jadi Awal Malapetaka

• 5 Makanan Khas Orang Baduy yang Jarang Diketahui, Desa Adat Tanpa Listrik & Jauh dari Modernisasi
Tak perlu repot menggerakkan jari ke keyboard ponsel, cukup dengan mengeluarkan suara, WhatsApp otomatis akan melacak suara dan memindai suara sesuai suara yang kita keluarkan.
Dan inilah tutorial menulis pesan tanpa mengetik dengan jari versi yang dikutip dari Nakita.Grid.ID:
1. Buka aplikasi WhatsApp,
2. Pilih kontak yang akan diajak berkomunikasi melalui pesan,
3. Ketuk pada papan teks satu kali sehingga muncul deretan keyboard,
4. Tekan atau klik lama ikon mikrofon pada bagian paling bawah, bukan di sebelah atas sejajar dengan papan teks,
(Dalam mencari mikrofon tersebut, setiap tipe ponsel memiliki letak yang berbeda-beda, bisa di bagian bawah seperti tutorial, atau menyatu di dalam keyboard spasi).
5. Muncul tanda mikrofon hijau, Anda bisa mulai berbicara.
Aplikasi secara otomatis akan menerima input suara dari pengguna,
6. Di papan teks akan muncul teks seperti suara yang dikeluarkan, kemudian tekan tombol kirim untuk mengirimnya.
Gimana, mudah dan praktis kan?
Selain mempermudah pekerjaan, fitur ini diciptakan agar penggunanya tak perlu repot mengetik.
Namun dalam penggunaan aplikasi ini, harus dipastikan suara dan artikulasi yang dikeluarkan jelas, dan jauh dari kebisingan agar aplikasi dapat mendeteksi dan menerjemahkan suara dengan tepat!
Haccer Bisa Manipulasi Pesan WhatsApp Lewat Alat Ini
Sebuah alat yang baru dirilis mengungkapkan betapa rentannya WhatsApp untuk disabotase.
Dilansir dari BBC.com, Kamis (8/8/2019), sebuah tim dari perusahaan cybersecurity, Checkpoint, telah menunjukkan bagaimana alat tersebut dapat digunakan untuk mengubah teks dalam pesan yang dikutip.
Sabotase membuat seolah-olah seseorang telah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka katakan.
Peneliti Oded Vanunu mengatakan kepada BBC bahwa alat itu memungkinkan bagi 'oknum jahat' untuk memanipulasi percakapan di WhatsApp.
• Penyesalan Dul Jaelani Ketemu Keluarga Korban Tabrakan, Fakta Uang Santunan Bocor, Dul: Maafkan Saya

Alat itu didemonstrasikan di Black Hat, sebuah konferensi keamanan cyber di Las Vegas, sebagai tindak lanjut dari makalah penelitian yang diterbitkan oleh Checkpoint tahun lalu.
"Ini adalah kerentanan yang memungkinkan oknum jahat untuk membuat berita palsu dan penipuan," jelas Vanunu.
Alat ini memungkinkan seseorang untuk memanipulasi fitur kutipan WhatsApp agar terlihat seolah-olah seseorang telah menuliskan hal yang tidak pernah mereka tulis.
• Cara Tak Terduga Roy Kiyoshi Nembak Evelyn Setelah Kenalan, Mantan Istri Aming Kaget Baca WhatsApp
"Anda benar-benar dapat mengubah apa yang dikatakan seseorang," kata Vanunu.
"Anda dapat sepenuhnya memanipulasi setiap karakter dalam kutipan."
Alat ini juga memungkinkan seseorang untuk mengaitkan komentar ke sumber yang berbeda.
Masalah ketiga yang disorot oleh para peneliti telah berhasil diperbaiki oleh Facebook.
• Sepak Terjang Angel Lelga, Kawin Sama Pejabat, Punya 1 Anak, Koleksi Tas Rp 3 M, Ini Sumber Uangnya

Celah keamanan itu bisa menipu pengguna agar percaya bahwa mereka mengirim pesan pribadi ke satu orang, padahal sebenarnya pesan mereka masuk ke grup.
Namun Vanunu mengatakan Facebook telah memberi tahu mereka bahwa masalah lain tidak dapat diselesaikan karena "keterbatasan infrastruktur" di WhatsApp.
Ketika ditanya oleh BBC mengapa timnya akan merilis alat yang membuatnya lebih mudah bagi orang lain untuk mengeksploitasi kerentanan, Mr Vanunu membela langkah tersebut, mengatakan ia berharap itu akan memicu diskusi.
• Beda Pengakuan Kades & Cewek Setelah Bersetubuh di Tretes Akhirnya Hamil, 5 Fakta Ini Terbongkar
“(WhatsApp) melayani 30% dari populasi global. Itu tanggung jawab kita. Ada masalah besar dengan berita dan manipulasi palsu."
Penyebaran informasi yang salah di WhatsApp telah menjadi penyebab utama kekhawatiran, terutama di negara-negara seperti India dan Brasil, di mana informasi yang salah telah menyebabkan contoh kekerasan, dan dalam beberapa kasus, kematian.
WhatsApp membuat perubahan pada platformnya dalam upaya untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah, seperti membatasi berapa kali pesan dapat diteruskan.
• Sosok Pria yang Menindih Istri Tetangga di Sumenep Madura Ternyata Bawa Celurit, Ini 7 Faktanya
• Nasib Andreas Tampubolon Siswa yang Tinggal di Sekolah, Wali Kota Malang & Bapak Asuh Ingin Merawat
Tonton juga tayangan berikut: