Pilwali Surabaya

Keponakan Gubernur Khofifah Incar Posisi Wakil Wali Kota Surabaya Lewat PDI Perjuangan

Lia Istifhama, mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya ke DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri, Rabu (11/9/2019).

Keponakan Gubernur Khofifah Incar Posisi Wakil Wali Kota Surabaya Lewat PDI Perjuangan
ist
Pengurus Fatayat NU Jawa Timur, Lia Istifhama, mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya ke DPD PDIP Jatim. Ning Lia Diterima oleh Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari dan jajaran pengurus DPD PDIP Jatim lainnya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Lia Istifhama, mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya ke DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri, Rabu (11/9/2019).

Ning Lia, sapaan akrabnya, ditemani oleh beberapa temannya yang sesama alumni Universitas Airlangga (Unair) saat mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya tersebut.

"Saya mengambil formulir wakil wali kota karena pertama PDIP ini partai yang dominan, pasti internal mengutamakan kader-kader yang potensial. Dan yang kedua ini penghargaan saya kepada relawan saya yang banyak dari 'kalangan merah' jadi saya menghargai jerih payah mereka," ucap Semifinalis Ning Surabaya 2005 ini saat ditemui usai pengambilan formulir.

Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini pun mengetahui jika sudah ada beberapa tokoh yang juga mendaftar untuk Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya lewat PDIP.

Mulai dari anggota DPRD Jatim, Armuji; lalu Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Eddy Tarmidi Widjaja; hingga Pengurus Muslimat NU Jatim, Dwi Astuti.

"Kita bukan bersaing tapi sama-sama maju. Yang terpenting tata cara persyaratan akan saya ikuti. Kita sama-sama berproses dan tidak tahu siapa yang dapat rekomendasi kan," lanjut Ketua III STAI Taruna Surabaya ini.

Dalam proses mengikuti berbagai tahapan Pilwali Surabaya 2020 ini, Ning Lia mengaku beberapa kali meminta arahan Khofifah Indar Parawansa.

"Tapi saya lebih menghargai beliau sebagai kepala daerah yang tidak harus selalu dicampuri masalah politik seperti ini apalagi tahapan Pilwali masih panjang. Sebagai kepala daerah kita harus sama-sama menjaga Marwah Ibu (Khofifah)," tambahnya.

Kedepan Ning Lia juga akan melanjutkan safari politik untuk berkomunikasi dengan partai politik lainnya.

"Kita akan tetap jalin silaturahmi dan bila perlu melakukan pengulangan untuk silaturahmi ke beberapa partai politik," ucap Ning Lia.  Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved