Universitas Islam Malang

Paduan Suara Mahasiswa Unisma Diandalkan untuk Raih Prestasi Internasional

Paduan Suara Mahasiswa (MSM) Bunga Almamater Universitas Islam Malang (Unisma) diandalkan untuk meraih prestasi internasional.

Paduan Suara Mahasiswa Unisma Diandalkan untuk Raih Prestasi Internasional
humas
Prestasi mahasiswa Universitas Islam Malang ( Unisma) yaitu Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Bunga Almamater di lomba tingkat internasional diapresiasi kampus, Rabu (11/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Paduan Suara Mahasiswa (MSM) Bunga Almamater Universitas Islam Malang (Unisma) diandalkan untuk meraih prestasi internasional.

Tahun ini baru mendapat dua medali emas di Penabur International Festival 2019 yang diikuti 13 negara. "Di festival ini meski di dalam negeri tapi skalanya internasional," jelas Dr Ir Badat Muwakhid MP, Wakil Rektor III Unisma pada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Disebutnya PSM ini sudah tiga kali menang di tingkat internasional. "Tahun depan diharapkan bisa ikut event di luar negeri," jelas Badat. Dikatakan, setelah menang lomba itu, mereka kembali berlatih untuk ikut lomba-lomba mendatang. Biasanya pada Desember akan menentukan akan ikut lomba mana. Dan ketika memutuskan ikut lomba X misalkan, maka akan berlatih menyesuaikan karakter lombanya.

"Tiap lomba PSM itu karakternya berbeda-beda," paparnya. Bibit-bibit unggul di UKM Unisma mendapat perhatiannya. Termasuk bibit mahasiswa di cabang lomba tilawah dan kaligrafi. Sedang di olahraga juga ada. Malia Anjani, Sekretaris Umum PSM Bunga Almamater menyatakan untuk lomba ini sudah berlatih selama enam bulan sejak Maret 2019. Mereka membawakan tiga lagu. Untuk lagu folklore yang dibawakan adalah Kicir-Kicir (Jakarta) dan Hela-Hela Rotan (Maluku).

Tantangan saat latihan menjelang lomba seperti saat libur Lebaran jadi lebih pendek karena harus berlatih. "Libur Lebaran hanya satu minggu," jawabnya. Latihan saat pagi, siang dan sore. Karena PSM melibatkan banyak orang, maka harus dibangun persepsi yang sama agar bisa menjalankan prosesnya dengan baik.

Kemenangan mereka disampaikan pada mahasiswa baru Unisma yang mengikuti pembukaan Master Maba (Masa Transformasi dan Pengembangan Karakter Mahasiswa Baru) di Gedung Bundar Unisma, Rabu (11/9/2019).

Di acara itu juga ada sosialisasi dari imigrasi karena mahasiswa juga diharapkan memiliki paspor sehingga mudah mengikuti pertukaran mahasiswa. Sebab sudah banyak kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan Unisma.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved