Kabar Tulungagung

Sungai Brantas Rusak Parah Gara-gara Penambangan Pasir, Aparat Gabungan Masih Beri Toleransi

TOLERANSI UNTUK PENAMBANGAN PASIR SUNGAI BRANTAS - "Ini masalah kebutuhan dasar perut. Kalau mereka punya keahlian lain tidak masalah."

Sungai Brantas Rusak Parah Gara-gara Penambangan Pasir, Aparat Gabungan Masih Beri Toleransi
David Yohanes
Satpol PP Provinsi Jawa Timur bersama sejumlah pihak terkait meninjau lokasi penambangan pasir ilegal di Sungai Brantas wilayah Tulungagung, Selasa (10/9/2019) siang. 

Salah satunya adalah kriminalitas yang akan meningkat sebagai dampak orang yang kehilangan pekerjaan.

"Ini masalah kebutuhan dasar perut. Kalau mereka punya keahlian lain tidak masalah, bisa langsung alih profesi," sambung Budi.

Karena itu Budi akan mengumpulkan para bos penambang, yang disebutnya mayoritas berasal dari luar Tulungagung.

Budi akan mengajak bicara dari hati ke hati agar mereka mau mengubah "mindset" tidak lagi mengeruk pasir Sungai Brantas secara serakah.

Budi yakin upayanya membuahkan hasil, seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Blitar.

"Di Blitar malah jauh lebih massif, dan sekarang sudah berhasil (menghentikan pertambangan liar)," tegasnya.

Ke depan Budi juga akan membuat pakta integritas melibatkan LSM, TNI, Polri dan para juragan.

Selain itu ada 12 OPD yang akan terlibat untuk mencarikan solusi, jika tambang pasir ini ditutup total.

"Jadi memang tidak bisa Satpol PP sendiri, harus dikerjakan dengan OPD-OPD lain," pungkas Budi.

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved