Universitas Negeri Malang

E-Sport Jadi Cabor Esksebisi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi'uddin MPd secara simbolis melepas kontingen Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia)

E-Sport Jadi Cabor Esksebisi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional
Sylvianita Widyawati
Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi'uddin MPd melepas kontingen Bapomi Jatim ke Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke XVI di Jakarta, Kamis (12/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - E-Sport menjadi cabang olahraga eksebisi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke XVI di Jakarta pada 16-26 September 2019.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi'uddin MPd secara simbolis melepas kontingen Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Jawa Timur di Graha Cakrawala UM, Kamis (12/9/2019).

"Ada lima cabor eksebisi dan 19 cabor yang dipertandingkan di Pomnas ke XVI," jelas Dr Muarifin MPd, Ketua Umum Bapomi Jatim pada suryamalang.com usai acara.

Wakil Rektor III UM ini menyatakan, cabor eksebisi selain E Sport, angkat besi juga ada kriket. "E Sport ini olahraga yang mengakomodir era industri 4.0," jelas dia. Atlet Jatim di cabor ini ada di UPN Veteran Surabaya.

Di Pomnas, targetnya adalah meraih posisi runner up. Sebab Bapomi Jatim realistis karena DKI sebagai tuan rumah nampaknya all out dan banyak atlet nasional yang berstatus mahasiswa kuliah di Jakarta. Untuk ke Pomnas, Provinsi Jatim mengerahkan 381 atlet dari 25 perguruan tinggi di Jawa Timur. Sementara jumlah perguruan tinggi di Jatim ada 300 an.

Dikatakan, target Bapomi tak sekedar meraih prestasi tapi lebih dari itu adalah bagaimana membuat event itu milik bersama. Sehingga atlet yang berpotensi yang tersebar di berbagai perguruan tinggi bisa terlibat. Selama ini hanya di dominasi mahasiswa perguruan tinggi tertentu yang memang banyak atletnya.

Dengan begitu pembiayaan juga tidak berat pada perguruan tinggi tertentu. "Sebab untuk berangkat ke event ini, atlet mahasiswa ditanggung oleh perguruan tingginya masing-masing," paparnya. Sebab anggaran di Bapomi juga terbatas. "Tapi alhamdullilah, tahun ini partisipasi dari iuran meningkat," jawabnya.

Sedang cabor andalan antara lain di atletik dan gulat. "Sebab pusat latihan gulat Indonesia ada di Kabupaten Malang yaitu di Kecamatan Pakisaji dan Tumpang," kata dia. Dikatakan, di Pomnas, atlet nasional berstatus mahasiswa boleh berlaga mewakili provinsi. "Di Jatim, atlet puslatda kami minta dibolehkan ikut di Pomnas. Ini bisa sebagai try out sebelum ke PON," papar Muarifin.

Reto Rahmatullah Adi Pamungkas, mahasiswa UM akan ikut Pomnas sebagai atlet bola voli pantai. Mahasiswa semester 7 Prodi Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan UM ini akan berlaga dengan rekannya mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). "Teman saya mahasiswa Unesa itu atlet pelatnas dan digandengkan dengan saya sebagai juara 1 Pomda cabor ini," kata Reto terpisah pada suryamalang.com.

Tiga hari sebelum pelaksanaan lomba di Pomnas, ia akan berlatih dengan atlet Unesa di Sidoarjo untuk latihan bersama. Selama ini mereka berdua masih latihan sendiri. "Saya latihan sendiri di defence, teman saya blocker," katanya. Voli pantai hanya dua orang di tim. Sedang tim voli pantai wanita diisi mahasiswa Unesa. Ia berjanji akan menampilkan performa terbaiknya di kejuaraan pertama yang diikuti di Pomnas. "Saya akan berangkat pada 18 September nanti ke Pomnas," jawab Reto.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved