Malang Raya

Jaksa Siap Sidangkan Sugeng Angga Santoso, Pemutilasi Perempuan Misterius di Pasar Besar

Sugeng Angga Santoso, tersangka pemutilasi perempuan misterius di area Pasar Besar Malang, segera diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Jaksa Siap Sidangkan Sugeng Angga Santoso, Pemutilasi Perempuan Misterius di Pasar Besar
aminatus sofya
Sugeng Angga Santoso, tersangka pemutilasi perempuan misterius di area Pasar Besar Malang, segera diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sugeng Angga Santoso, tersangka pemutilasi perempuan misterius di area Pasar Besar Malang, segera diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Malang Wahyu Hidayatullah mengatakan, berkas kasus mutilasi di area Pasar Besar yang menjerat Sugeng Angga Santoso sebagai tersangka telah P21 atau sempurna.

Polisi menyerahkan Sugeng ke Kejari Kota Malang untuk diperiksa selama kurang lebih dua jam.

"Tersangka sangat kooperatif dan mengakui perbuatannya," ucap Wahyu, Kamis (12/9/2019).

Ia menambahkan Sugeng juga dapat dimintai keterangan secara jelas dan tidak berbelit. Padahal sebelumnya, Sugeng diisukan menderita gangguan kejiwaan.

"Lancar, kok. Dia juga mengakui perbuatannya secara jelas," katanya.

Ada tujuh barang bukti yang diserahkan Polres Malang Kota ke Kejaksaan Negeri Malang. Barang bukti itu di antaranya adalah satu buah gunting yang diduga digunakan membunuh dan memutilasi, rok merah dan baju, sepasang pakaian dalam, bercak darah, banner, dan sampel gigi geraham.

Wahyu mengatakan, dalam 20 hari ke depan, persidangan kasus mutilasi Pasar Besar sudah dapat digelar. Kendati demikian, korban masih menjadi teka-teki karena identitasnya belum terungkap.

"Dua puluh hari ke depan bisa dibawa ke pengadilan," katanya.

Sugeng dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman untuknya adalah hukuman mati.

Pada Mei lalu, warga Kota Malang digegerkan dengan penemuan mayat terpotong-potong di Pasar Besar. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tercecer di lantai dua bangunan bekas Matahari Department Store.

Tiga hari kemudian, polisi menangkap Sugeng yang diduga sebagai eksekutor. Sugeng pun mengakui.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved