Kabar Sidoarjo

Satpol PP, BNN, Tentara dan Polisi Mendadak Razia Kos-kosan Cewek di Sidoarjo, Ini Hasilnya

Sejumlah penghuni kos di Sidoarjo saat bergiliran dites urine dalam razia yang digelar petugas gabungan, Kamis (12/9/2019).

Satpol PP, BNN, Tentara dan Polisi Mendadak Razia Kos-kosan Cewek di Sidoarjo, Ini Hasilnya
m taufik
Sejumlah penghuni kos di Sidoarjo saat bergiliran dites urine dalam razia yang digelar petugas gabungan, Kamis (12/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Sejumlah tempat kos di Sidoarjo mendadak dirazia petugas gabungan Satpol PP, BNN, TNI, dan polisi, Kamis (12/9/2019).

Selain diminta menunjukkan identitas resminya, satu persatu penghuni kos juga dites urine. Termasuk sejumlah cewek yang tinggal di beberapa rumah kos itu, juga diwajibkan tes urine.

Sejumlah tempat kos yang menjadi sasaran itu antara lain tempat kos di Gajah Magersari, Jalan Pahlawan, Entalsewu, Kwadengan, Taman Pinang, Jati, Sepande, dan Taman Pinang Indah.

Dalam razia ini, petugas gabungan dibagi menjadi dua tim. Mereka menyebar di lokasi berbeda. "Ada sekitar 120 petugas, kita bagi menjadi dua tim," kata Kasatpol PP Widiantoro Basuki, di sela razia.

Dari semua wilayah yang dirazia, tidak ada satupun penghuni kos yang tersandung narkoba. Hasil tes urin kepada ratusan penghuni kos itu hasilnya semua negatif.

Hanya di beberapa lokasi, petugas menemukan banyak warga tidak mengantongi surat domisili atau Kipem (kartu identitas penduduk musiman). Diantaranya penghuni kos di Jati Selatan. Ada belasan warga tanpa Kipem.

Kasatpol PP menegaskan bahwa pihaknya sengaja menggandeng tim gabungan TNI/Polri dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo dalam razia kali. "Untuk meminimalisir penyakit masyarakat (pekat),” ujarnya.

Razia memang sengaja multisasaran. Mulai dari ketertiban, keamanan hingga peredaran narkoba. Termasuk data kependudukan, karena selama ini diketahui banyak pendatang yang belum berstatus penduduk Sidoarjo.

Padahal, dalam ketentuannya jelas bahwa penghuni yang sudah berdomisili di kota Delta lebih dari setahun harus bisa menunjukkan identitas tersebut.

“Hal ini penting, untuk mengontrol jumlah penduduk. Makanya, razia seperti ini akan terus kami gencarkan,” papar Wiwid, panggilan Widiantoro Basuki.

Sementara menurut Kasi Pemberantasan BNNK Sidoarjo Kompol Purwito, kawasan yang menjadi sasaran razia ini disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba. “Informasi dari beberapa pasien rehabilitasi kami,” jelas Purwito.

Namun, saat melakukan razia, pihaknya tidak berhasil menemukan bukti kuat peredaran narkoba. Puluhan penghuni kos yang dites urine, semua hasilnya negatif.

Namun, pihaknya juga mengaku bakal terus melakukan razia serupa. Termasuk di tempat-tempat hiburan malam dan lokasi rawan narkoba lainnya.

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved