Nasional

Ini 3 Pelanggaran Etik Berat Ketua KPK Terpilih & Klarifikasi Irjen Firli Bahuri, jadi Sorotan

Irjen Firli Bahuri disorot karena sejak awal dinilai akan 'dipaksakan' lolos seleksi proses pemilihan pimpinan KPK meski ada catatan pelanggaran etik

Ini 3 Pelanggaran Etik Berat Ketua KPK Terpilih & Klarifikasi Irjen Firli Bahuri, jadi Sorotan
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI -Indrianto Eko Suwarso)
Firli BAhuri dan Kontroversi seputar pelanggaran Etik beratnya di KPK 

SURYAMALANG.COM - Polemik terkait Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus memanas terlebih setelah nama Irjen Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK dan proses revisi UU KPK berjalan. 

Salah satu isu seputar KPK yang membuat panas adalah pemilihan dan penetapan Ketua KPK baru, periode 2019 -2023.

Pasalnya nama Firli yang sejak awal menjadi sorotan dan dikhawatirkan jika bisa tembus proses seleksi justru jadi Ketua KPK.

Nurul Ghufron, Sosok Komisioner KPK Terpilih yang Kritisi Tata Cara Penyadapan

Reaksi Alexander Marwata soal Mundurnya Saut Situmorang dari Kursi Pimpinan KPK

Skor Akhir Arema FC Vs Borneo FC 2-2, Keberuntungan Tak Berpihak pada Sylvano Comvalius

Nama Irjen Firli Bahuri jadi sorotan karena sejak awal dinilai akan 'dipaksakan' lolos seleksi proses pemilihan pimpinan KPK karena memiliki 'catatatan buruk' di KPK.  

Ketua terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Irjen Firli Bahuri disebut melakukan pelanggaran etik berat berkaitan dengan tugasnya saat menjadi Deputi Penindakan KPK.

Setidaknya, ada tiga peristiwa yang dicatat KPK terkait pelanggaran itu.

Pertama, pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018.

Firli Bahuri saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019)
Firli Bahuri saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019) (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Kemudian, KPK mencatat Firli pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK mencatat Firli pernah bertemu dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Terkait pelanggaran-pelanggaran tersebut, Firli pun angkat bicara.

Halaman
1234
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved