Nasional

Nurul Ghufron, Sosok Komisioner KPK Terpilih yang Kritisi Tata Cara Penyadapan

Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), terpilih menjadi pimpinan KPK. Dia termasuk yang kritis pada metode penyadapan.

Nurul Ghufron, Sosok Komisioner KPK Terpilih yang Kritisi Tata Cara Penyadapan
sri wahyunik
Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), 10 besar calon pimpinan KPK. 

Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), terpilih menjadi pimpinan KPK. Dia mengritik soal tata cara penyadapan. Katanya, penyadapan itu dilakukan dalam kerangka penyidikan dan penuntutan. Jadi sudah ada peristiwa hukumnya, baru penyadapan ada. Peristiwa hukumnya ada, barulah boleh disadap. Pertanyaan saya jika OTT sekarang terjadi, maka kapan penyadapan dilakukan? Mungkin masyarakat senang melihat OTT yang sekarang ini, karena sudah geram dan benci pada koruptor. Namun apa yang dilakukan dalam penindakan jangan sampai menabrak instrumen hukum yang berlaku.

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Terpilih sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019 - 2023 seakan menjadi kado untuk Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej).

Lelaki kelahiran Sumenep itu bakal berulangtahun 22 September, atau sepekan setelah pengumuman hasil pemungutan suara di Komisi III DPR RI, Jumat (13/9/2019).

Ghufron terlahir pada 22 September 1974. Pada 22 September 2019 nanti, dia bakal berusia 45 tahun. Ghufron menjadi komisioner terpilih KPK termuda di antara lima komisioner.

SuryaMalang.com berbincang dengan Ghufron melalui sambungan telepon setelah anggota Komisi III memilih lima orang yang bakal memimpin KPK 2019 - 2023, Jumat (13/9/2019).

Perbincangan dilakukan melalui saluran telepon karena dia masih berada di Jakarta. Sehari-hari, lelaki yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala di Unej tersebut, tinggal di Kelurahan Tegalgede Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.

"Masih berada di Jakarta. Saya memantau sampai pemilihan di Komisi III. Alhamdulillah, setengah tidak menyangka terpilih sebagai pimpinan KPK periodde 2019 - 2023," kata Ghufron.

Wawancara Panjang dengan Nurul Ghufron, Calon Pimpinan KPK dari Universitas Jember

Lokasi 'pemantauan' Ghufron atas hasil di Komisi III terbilang 'anti-mainstream'.

"Saat pengumuman saat sedang baca tahlil di Cikini," imbuhnya. Tempat yang dimaksudnya adalah area makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsyi atau Habib Cikini. Ghufron bersama beberapa rekannya sedang melakukan ziarah kubur di makam penyebar Islam tersebut.

"Saya mendengar kabar lolos sebagai lima pimpinan KPK pukul 00.30 Wib," imbuhnya. Setelah mendengar kabar tersebut, dia pun menunaikan Salat.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved