Kota Batu

PMI Kota Batu Gelar Lomba Kesehatan Remaja untuk Tekan Penyebaran HIV/AIDS

PMI Kota Batu menggelar lomba kesehatan remaja dan pertolongan pertama antar Palang Merah Remaja (PMR) untuk menekan potensi penyebaran HIV/AIDS

PMI Kota Batu Gelar Lomba Kesehatan Remaja untuk Tekan Penyebaran HIV/AIDS
suryamalang.com/benni indo
Peserta lomba kesehatan PMI Kota Batu sedang mempraktikan pertolongan di hadapan juri, Minggu (15/9/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu menggelar lomba kesehatan remaja dan pertolongan pertama antar Palang Merah Remaja (PMR) se Kota Batu untuk menekan potensi penyebaran HIV/AIDS.

Kepala Markas PMI Kota Batu Abdul Mutholib mengatakan, ancaman penyakit HIV/AIDS berpotensi pada remaja di Kota Batu diakibatkan dari beberapa faktor seperti seks bebas maupun penggunaan Narkotika.

"Ini merupakan cara yang paling tepat. Lomba kesehatan remaja ini kami kemas dalam bentuk presentasi dari PMR untuk bisa mengedukasi remaja di Kota Batu," ungkapnya, Minggu (15/9/2019).

Lomba itu juga sekaligus memperingati HUT PMI (Palang Merah Indonesia) yang ke 74. Abdul menambahkan, salah satu faktor yang sangat diwaspadai yakni dari kehidupan remaja yang cenderung bebas. Terlebih Kota Batu juga merupakan Kota Pariwisata sehingga bukan hanya wisatawan lokal yang masuk namun juga wisatawan mancanegara.

"Yang kami khawatirkan, remaja di Kota Batu meniru pola hidup wisatawan yang berisiko menularkan HIV/AIDS. Tentu sangat berbahaya bagi mereka, apalagi informasi apapun di era digitalisasi ini sangat mudah untuk diakses," imbuh Tholib.

Dalam kegaitan itu juga terdapat presentasi dari PMR di Kota Batu bisa mengedukasi teman-temannya lewat curahan hati (curhat) karena hal tersebut bisa lebih efisien jika dibandinhkan dengan sosialisasi dari PMI maupun Dinkes yang terkesan formal.

Tholib menjelaskan pada tingkat SMP sederajat terdapat 11 unit PMR dari 15 SMP di Kota Batu sedangkan untuk SMA sederajat terdapat 10 unit PMR dari 12 SMP di Kota Batu. Tholib menyimpukan sudah 95 persen sekolah di Kota Batu memiliki unit PMR sehingga diharapkan potensi berkembangnya HIV/AIDS pada remaja di Kota Batu bisa menurun.

"Kami masih memiliki keterbatasan SDM untuk membangun unit PMR di Sekolah sehingga beberapa sekolah memang tidak memiliki unit PMR," tandasnya.

Pemenang dari lomba tersebut akan mendapatkan hadiah piala bergilir dan nominal uang Rp 1,5 Juta untuk juara pertama, Rp 1 Juta untuk juara kedua, dan Rp 750  ribu untuk juara ketiga.

Rika Wanda Focal Point Jaringan Indonesia Positif Kota Malang mengatakan, Kota Malang memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS di Jawa Timur terbanyak kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Ia menjelaskan, potensi seperti di Kota Malang sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Kota Batu.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved