Malang Raya

Angkat Cerita Bakso Malang, SMPN 4 Raih Prestasi Parade Musik Daerah di TMII Jakarta

Cerita bakso Malang diangkat 15 siswa SMPN 4 Kota Malang di Parade Musik Daerah ke 8 di TMII Jakarta.

Angkat Cerita Bakso Malang, SMPN 4 Raih Prestasi Parade Musik Daerah di TMII Jakarta
ist
Para siswa SMPN 4 Kota Malang yang tampil di Parade Musik Daerah ke 8 di TMII Jakarta pada 13 September 2019. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Cerita bakso Malang diangkat 15 siswa SMPN 4 Kota Malang di Parade Musik Daerah ke 8 di TMII Jakarta. Mereka menyajikan musik tradisional dan teater dengan judul "Depot Panjak" pada 13 September 2019 lalu. Hasilnya masuk di lima penyaji unggulan dan penata musik terbaik.

"Kami mewakili Jawa Timur. Di sana perwakilan sejumlah provinsi juga tampil," jelas M Izaz Ayyasi, salah satu anggota tim pada suryamalang.com, Selasa (17/9/2019). Dikatakan, ke 15 siswa selain main musik juga teater di acara itu. Siswa kelas 9 ini menyatakan, ia selain jadi vokalis juga memegang alat musik tradisional gambang.

Di "Depot Panjak", Izaz jadi anak pengunjung yang tak mau makan tradisional. Ia maunya makanan lain seperti seafood. Sedang bapaknya ingin ia makan tradisional. Seorang pramusaji akhirnya memberi bakso dan ternyata ia suka. "Saya bikin lagu soal bakso Malang," kata Izaz. Soal pembuatan lirik dirasa agak kesulitan. Intinya tentang bakso khas Malang, cita rasa dan isi-isian di bakso.

Sedang siswa lain, Satriya Viar di "Depot Panjak" jadi koki juga memegang alat musik tradisional lainnya. "Ini pertama kali saya ikut lomba," kata Satriya.

Ia merasa mendapat pengalaman dan motivasi ke jenjang selanjutnya. Sebelum ke Jakarta, tim berlatih sekitar sebulan tiap Sabtu dan Minggu. Di event nasional itu, penampilan peserta lain juga bagus. "Peserta lain ya para seniman. Kan ini event buat umum," jelasnya.

Selama latihan dengan personel cukup banyak memang penuh cerita. Misalkan kadang ada teman yang kurang fokus. Sementara mereka juga harus tampil bagus di kegiatan nasional itu. Namun terbukti mereka bisa meraih prestasi. Sedang Nadine Aisha NK jadi pramusaji. "Saya jadi pramusaji bersama yang lain karena menyesuaikan dengan jumlat alat yang berjumlah empat," kata Nadine yang pernah meraih juara I di pekan seni.

Katanya tak ada kesulitan memerankan itu karena ia dasarnya suka teater. Dijelaskan, penampilan para peserta di Parade Musik dan Teater di TMII bagus semua dan merasakan juga ada kekurangan di timnya. "Saya anggap ini sebagai tambahan pengalaman dan wawasan," jawabnya. Bayu Kresna Murti, guru Bahasa Indonesia, salah satu pembina teater saat mendampingi mereka wawancara menyatakan merasa senang dengan prestasi para siswa.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved